Berkenalan dengan VSCO

Sobat mungkin sudah tak asing lagi dengan VSCO, bukan? Yup benar, VSCO merupakan aplikasi editing untuk ponsel. Namun, sebenarnya lebih dari itu. Yuk, berkenalan lebih jauh dengan VSCO!

Berkenalan dengan VSCO
Tampilan editor VSCO. Sumber : VSCO

VSCO, atau yang dulunya dikenal sebagai VSCO Cam merupakan aplikasi editing untuk ponsel, baik untuk iOS maupun Android. VSCO dibuat oleh sebuah perusahaan asal Amerika bernama Visual Supply Company. VSCO memudahkan para penggunanya dengan memotret dan mengedit foto dalam aplikasi. VSCO memiliki beberapa filter. Tak hanya itu, para pengguna VSCO juga dapat mengunggah foto mereka dengan fitur journal yang dapat dilihat oleh sesama pengguna VSCO lainnya.

Berkenalan dengan VSCO
Para otak dibalik VSCO. (Kiri) Joel Flory dan Greg Lutze (Kanan), di kantor VSCO, Oakland. Sumber : Vox

Visual Supply Company dibangun oleh Joel Flory dan Greg Lutze di California, Amerika Serikat di tahun 2011 dengan jargon “by creators, for creators“. Bagaimana tidak, keduanya memiliki darah kreator seni yang sangat kental. Greg Lutze, mengantongi ijazah Business Marketing dari George Fox University. Namun, ia tak asing lagi dengan dunia seni. Sebelum menjadi co-founder VSCO, Lutze merupakan Creative Director dari beberapa agensi besar seperti The Grammy Awards, Taschen, dan lainnya. Di sisi lain, Joel Flory, sang CEO dan Co-Founder dari VSCO, merupakan fotografer profesional selama sepuluh tahun.

Berkenalan dengan VSCO
Buku dokumentasi perjalanan Kevin Russ. Sumber : Vox

Momen tonggak VSCO merupakan adanya beasiswa berjudul The Artist Initiative yang membiayai semua projek para seniman, termasuk satu fotografer bernama Kevin Russ. Kevin Russ mendokumentasikan perjalanannya sepanjang Amerika Utara. Buku pertama dokumentasi Kevin telah diterbitkan oleh VSCO dan Flory sangat menyukai buku tersebut. “Bisnis tak hanya tentang uang,” kata Lutze pada Vox. “Bisnis ini, bagi kita, adalah suatu peluang untuk membantu banyak  orang untuk menghargai seni, kreatifitas dan menjadi manusia. Mengambil foto itu merupakan hal yang sangat-sangat manusiawi.”

Sang CEO VSCO, Joel Flory, dengan mejanya di kantor VSCO. Sumber : Vox

Menurut Flory, tak jarang para karyawan VSCO akan “menghilang” dari kantor dan akan berjalan-jalan sekitar dengan kamera mereka masing-masing atau yang biasa mereka sebut “photo walk”. Flory tak jarang keluar dengan kamera ditangannya. “Saya rasa penting untuk terus memotret agar tidak kehilangan kreatifitas saya,” kata Flory.

 

VSCO menegaskan bahwa mereka bukanlah media sosial dan mereka bukanlah Instagram. Di era dimana semua orang sangat mengejar like dan follow, banyak para kreator yang kekurangan platform untuk storytelling. Maka dari itu, VSCO lahir. VSCO menghapus semua tekananan sosial. VSCO menjadi tempat aman untuk para kreator.

Berkenalan dengan VSCO
Tampilan feed VSCO. Sumber : VSCO

VSCO, masih ingin menyalurkan misi mereka untuk membantu, kini mereka meluncurkan fitur VSCO X dimana para penggunanya tak hanya mengedit dan mengunggah ke jurnal, namun juga belajar. Dengan berlangganan, para pengguna bisa membuat video dan merasakan semua presets (filter). Konten edukasi atau Premium Education Content juga ditawarkan untuk pengguna VSCO X. Dari tips, trik fotografi seperti memotret tekstur, memotret siluet, membuat preset kontras tinggi, dan sebagainya.

Berkenalan dengan VSCO
Fitur Borders dalam VSCO X. Sumber : VSCO

Jadi, mau tinggalkan likes, follow, dan sebagainya atau lebih menjunjung tinggi storytelling?