Sebentar lagi weekend, hore! Apakah sobat telah memiliki rencana untuk memotret sesuatu? Kalau sobat sudah ada rencana untuk pergi keluar dan memotret namun bosan dengan memotret yang itu-itu saja? Yuk, coba dengan memotret potret long exposure dan inilah tips untuk memotret dengan long exposure!

Tips untuk Memotret Dengan Long Exposure
Cahaya kota Tokyo, potret oleh Shinichi Higashi. .Sumber : My Modern Met

Sebelumnya, apakah sobat tahu tentang long exposure atau eksposur panjang? Memotret dengan long exposure berarti adalah memotret dengan shutter speed yang lambat untuk memotret sesuatu yang bergerak. Biasanya, memotret long exposure ini pas banget untuk memotret alam seperti langit yang bergerak, sungai yang bergerak, dan sebagainya.

 

Baca juga : Film Kodak Ektachrome lagi Diuji!

 

Berikut adalah cara untuk memotret long exposure dari langkah ke langkah. Selamat mencoba!

Tips untuk Memotret Dengan Long Exposure

  1. Penting untuk mengira-ngira komposisi foto. Perhatikan ujung-ujung frame kamu dan benar-benar perhatikan orang-orang maupun objek lain seperti kendaraan dan sebagainya yang mungkin malah “bocor” di foto kamu saat waktu exposure.

2. Taruh kamera kamu di tripod yang kokoh. Jika punya remote shutter release, gunakan remote.

3. Jika lensa kamu memiliki Image Stabilization atau Vibration Reduction, berlatihlah untuk mematikan fitur ini. Kalau kamu menyalakan fitur, kamera kamu akan secara otomatis mendeteksi semua gerakan sebagai “goyang” dan malah menyebabkan foto sobat jadi tiba-tiba blur aneh gitu.

 

Baca juga : Seluk Beluk tentang Fotografi Light Painting

 

4. Carilah fokus kamu secara manual. Gunakan live view mode agar sobat bisa melihat semuanya lebih fokus. Jangan lupa matikan autofocus, ya!

5. Gunakan mode Aperture Priority, buatlah depth-of-field dari foto kamu. Gunakan ISO paling rendah untuk menguji. Buatlah catatan berapa shutter speed yang harus digunakan untuk kamera kamu. Paling mudah adalah sobat harus mengecek histogram sobat agar sobat telah benar-benar memasukkan objek-objek yang ingin sobat masukkan ke dalam foto sobat. Jika ada kekeliruan dalam foto sobat, gunakan kompensasi eksposur untuk mengatur eksposur dan ambillah foto sekali lagi.

6. Gunakan filter Neutral Density (ND). Benar-benar perhatikan fokus maupun lensa kamu saat menempelkan filter ini.

7. Hitung shutter speed yang telah kamu revisi berdasarkan kekuatan filter ND kamu. Hitung ini dengan cara mendobel kecepatan shutter kamu ketika cahaya berkurang. Jangan rubah aperture dan ISO kamu.

8. Jika shutter speed kamu dibawah 30 detik, taruhlah kamera kamu dalam keadaan mode Manual dan gunakan aturan yang telah kamu revisi. Ketika shutter speed kamu lebih dari 30 detik, maka kamera perlu dijadikan ke mode Bulb dengan aperture yang sesuai. Shutter speed bisa diatur dengan remote.

 

Baca juga : Memotret Keindahan Bintang dengan Fotografi Star Trails

 

9. Tutup viewfinder sobat sehingga tidak ada cahaya yang bocor dan masuk ke kamera. Bisa-bisa ada kebocoran cahaya tuh di hasil foto sobat.

10. Nyalakan opsi kunci kaca, dan ambillah foto dengan remote. Bisa menggunakan kunci kaca alternatif untuk menaruh kamera dalam mode live-view, lalu ambillah gambar.

11. Berhasil mengambil gambar? Lihat dulu gambar yang dihasilkan, cek histogram sobat, dan zoom hasil gambar sobat untuk mengecek fokus sobat apakah sudah tajam atau belum.

12. Kalau ada gambar yang under maupun overexposed, naikkan atau turunkan shutter time sobat dan mulailah mengambil gambar lagi.

 

Kalau belum berhasil juga, teruslah mencoba! Pasti sobat akan mendapatkan satu gambar yang pas, kok! Sudah pernah mencoba? Yuk, kirimkan ke kami!