Food photography sedang hangat-hangatnya di social media. Banyak yang mulai tertarik mendalami genre fotografi yang satu ini, misalnya blogger, foodies, bahkan orang awam pun turut memotret makanannya untuk Instagramnya. Sama seperti genre fotografi lainnya, food photography pun memiliki tekniknya sendiri.

Inijie, seorang blogger sekaligus fotografer makanan berbagi tipsnya untuk mendapatkan atmosfer yang tepat dalam sebuah foto makanan. Penasaran dengan tipsnya?

Ada banyak sekali cara untuk mendapatkan atmosfer yang cocok dengan sebuah foto makanan. Mulai dari property foto, styling, lighting, serta white balance. Kali ini, kita akan membahas bagaimana white balance sangat berpengaruh dalam hasil foto makanan.

Mengapa white balance menjadi sebuah aspek penting dalam food photography? Jawabannya jelas untuk memanipulasi tonal serta warna yang nantinya akan menciptakan atmosfer yang diinginkan oleh fotografer. White balance dalam kamera masa kini pun tidak terlalu ribet sehingga bisa disetting dalam mode Auto.

Namun, mengatur white balance dalam mode auto tentu tidak bisa memberikan hasil yang cukup sesuai dengan keinginan fotografer. Maka dari itu, kita sebagai fotografer harus memahami bagaimana mengatur angka-angka tersebut.

Ada dua warna temperature yang tersedia dalam white balance, yaitu kuning dan biru. Untuk mendapatkan warna temperature yang diinginkan tentu kalian harus paham warna temperatur netral dari white balance, yaitu 5000 Kelvin.

Dalam 5000 Kelvin ini kalian akan mendapatkan warna yang netral, dan natural. Kemudian, untuk mendapatkan warna temperature biru, kalian bisa menurunkan angka 5000 Kelvin. Selanjutnya untuk mendapatkan warna temperatur yang kuning, kalian bisa meningkatkan angka tersebut.

Lebih spesifiknya lagi, dalam food photography sangat disarankan untuk menggunakan arna temperature yang hangat seperti kuning. Secara psikolog, tentu warna kuning adalah warna-warna yang mampu meningkatkan semangat serta nafsu makan, maka dari itu temperature hangat sangat sesuai untuk food photography.

Inijie pun turut memberi tips untuk mengatur angka Kelvin dalam rentang 5000 Kelvn hingga 6000 Kelvin saja. Di luar angka tersebut, bisa dibilang white balance kalian tidak bisa menghasilkan warna temperature yang cocok untuk food photography.

Nah, menarik bukan untuk belajar mengenai food photography lebih dalam? Pasti kalian makin tertarik buat nyoba memotret makanan secara professional ya. Satu tips lagi, jangan sampai keasikan memotret sampai perut kalian keroncongan ya!