Sobat suka lihat kembang api? Iya sih, sobat memang bisa fotografi tapi suka kesal karena dari dulu nggak bisa memotret kembang api? Mungkin kita bisa memotret hal-hal yang lain, namun ketika memotret kembang api, selalu gagal. Nah, jangan kesal lagi. Inilah tips dan trik untuk memotret kembang api.

Tips dan Trik untuk Memotret Kembang Api
ISO 100 – f/8 – 1s exposure – 50mm – 5DMkII oleh David Johnson

Sebelumnya, berikut adalah beberapa hal yang harus sobat bawa ketika sobat ingin memotret kembang api. Tentu saja kamera serta lensa sobat harus dibawa. Yang kedua, tripod. Yang ketiga, adalah filter Neutral Density. Sangat disarankan untuk pakai filter ND2, 0.3.

 

Sudah siap semua? Nah sekarang, ketahuilah barang-barang yang akan sobat bawa. Yang pertama, lensa sobat. Ketahui jarak fokalnya dan fokusnya ketika memotret kembang api. Lensa yang paling disarankan adalah lensa tele zoom dengan panjang 70-200 mm atau 70-300mm.

 

Baca Juga : Continuous Lighting vs Strobes

 

Tripod yang harus sobat gunakan juga harus sangatlah kuat karena kita akan menggunakan mode bulb. Kalau sobat hanya berbekal tangan sobat untuk memotret dalam mode bulb, foto bisa sangat-sangat gampang blur dan juga kasihan tangan sobat yang bakalan pegal tuh.

Tips dan Trik untuk Memotret Kembang Api
ISO 100 – f/5 – 1s exposure – 50mm – 5DMkII oleh David Johnson

Oke, sudah pas semua? Ayo kita melihat setting kamera sobat yang pas :

Kisaran ISO : dari 100 hingga 400

Kisaran F-Stop : f/2.8 hingga f/7.1

Kisaran Shutter : 1s hingga 2s (mode BULB)

 

Baca juga: Cara Memilih Kamera Analog Pertama 

 

Sudah siap? Saatnya memotret!

  1. Persiapan : Ketika sobat mulai mendengar suara kembang api yang dilemparkan ke langit, langsung bersiaplah untuk memprediksi kapan “meledak” di langit.
  2. Mulai tentukan eksposur tepat sebelum memprediksi kapan ledakannya. Mulailah atur fokus

 

Baca juga : Kamera Instax Square SQ20 Fujifilm Kini dapat Merekam Video!

 

  1. Ketika kembang api meledak di langit, cepat-cepat fokus ulang lensa sobat hingga sobat menemukan titik fokal yang pas. Jadi, deh fokus kembang apinya!
  2. Ketika sudah menemukan fokus yang pas, akhiri eksposur sobat dengan menekan tombol shutter yang sudah di set ke mode BULB.
  3. Dan jadilah kembang api sobat!

 

Oh ya, mengapa kita memerlukan filter ND? Kita memerlukan filter ND agar kembang api dengan f-stop terang seperti f/2.8 menghasilkan hasil warna yang tentu saja berubah menjadi sangat terang dan putih.

 

Bagaimana, patut dicoba? Yuk! Kirimkan foto kembang api sobat ya!