Sobat pernah dengar High-Speed Sync? Ini nih, sobat nggak sedang berada di tempat yang salah kok. Inilah tips dan seluk beluk high-speed sync. High-speed sync merupakan kemampuan sobat untuk mensinkronisasikan light strobe sobat pada kamera ketika shutter speed lebih cepat dari 1/200 per detik. Nah, itu saja. Kebayang nih bagaimana serunya? Yuk, simak lebih jauh!

 

Baca juga : Canon meluncurkan Kamera Full-Frame Mirrorless serta Lensa EOS R

 

Kapan menggunakan High-Speed sync? Menggunakan high-speed sync ini saat sobat memiliki latar belakang yang sangat-sangat silau dan subjek sobat berada dalam bayangan. Sobat pastinya menginginkan apertur lebar karena ingin depth-of-field yang tidak terlalu. Jika membuka apertur hingga f/2.8, maka shutter speed sobat harus pada kecepatan 1/800 per detik. Tapi, sobat jadi nggak bisa mensinkronisasikan light strobe sobat setinggi itu, kecuali kalau sobat punya high-speed sync.

 

Oke, setelah tahu kapan menggunakan high-speed dan apa itu high-speed sync, inilah yang harus kamu lakukan. Apalagi jika sobat tidak memiliki high-speed sync. Sobat bisa menyuruh model sobat untuk berdiri tidak di tempat yang terlalu silau karena sinar matahari jadi sobat tidak ada masalah ketika menyinkronkan light strobe dengan matahari karena model juga malah terlihat jelek gara-gara salah lighting doang, nih. Inilah peran high-speed sync agar model sobat terekspos sinar yang pas. Karena sobat akan memiliki kontrol lebih untuk sinar yang jatuh ke wajah sang model, maka pas banget jika sobat melakukan photoshoot di luar ruangan. Sobat nggak bakalan bisa melakukan high-speed sync jika eksposur latar belakang lebih silau dari 1/200 per detik.

 

Baca juga : Kamera Mirrorless Fujifilm X-T3, si Kamera Mirrorless Canggih!

 

Sobat masih ingat apakah itu FPS atau focal-plane shutter ? Nah, jika sobat menggunakan light strobe, sensor sobat dapat mengambil gambar dari keseluruhan “pesawat” dan memberikan eksposur yang pas. Jika sobat menggunakan shutter speed yang tinggi, focal plane sobat akan menjadi lebih kecil. Maka dari itu, sensor ini digunakan untuk mengambil sebagian gambar. Jika sobat berada dalam kecepatan tinggi namun tanpa high-speed dalam light strobe sobat, bisa-bisa sobat hanya mendapatkan eksposur yang kecil banget kayak tinggal matanya doang yang keliatan, deh!

 

Agar sobat bisa mendapatkan FPS yang bagus, silahkan atur strobes setelah 1/200 per detik. Karena kita akan langsung berhadapan dengan sinar matahari langsung dan model kita berada dalam sinar matahari, kita akan memotret dalam apertur f/2.8 dalam shutter speed yang sangat tinggi. Inilah hasil gambar jika langsung dalam sinar matahari langsung :

Tips dan Seluk Beluk High-Speed Sync
Sumber : Peta Pixel

 

Bagus sih, tapi sobat nggak terlalu dapat kontrol yang besar pada sinar matahari yang jatuh pada model kita.

 

Baik, sekarang kita coba menaruh model kita pada bayangan. Eksposur pertama adalah untuk latar belakang karena ingat, kita masih menggunakan high-speed sync strobe.

Tips dan Seluk Beluk High-Speed Sync
Sumber : PetaPixel

Jadinya underexposed ya?

Inilah eksposur kedua.

Tips dan Seluk Beluk High-Speed Sync

 

Nah, disinilah kita membutuhkan strobe untuk mengimbangi kedua gambar ini.

Tips dan Seluk Beluk High-Speed Sync

 

Baca juga : Kamera Polaroid OneStep 2 Kini Dilengkapi Fitur Bluetooth

 

Cara untuk mengatur high-speed sync, misalnya pada monolight merk Baja, tinggal tahan tombol high-speed sync pada receiver.

Tips dan Seluk Beluk High-Speed Sync
Sumber : PetaPixel

Dibelakang Baja, tekan high-speed sync dan atur power dari strobe sobat.

Tips dan Seluk Beluk High-Speed Sync
Sumber : PetaPixel

Sobat bisa atur dari H4, H7 dan lihat hasilnya hingga sobat puas. Jangan lupa atur shutter sobat dan strobe sobat agar bisa seimbang. Inilah rahasia dari high-speed sync.

Tips dan Seluk Beluk High-Speed Sync
Sumber : Peta Pixel

Ini hasilnya! Bagus kan? Selamat mencoba! Jangan lupa kirim foto sobat kesini kalau berhasil ya!