Pada tanggal 5 Juni 2018 kemarin, komunitas fotografer wedding Surabaya dari Surabaya Wedding PhotoGrapher mengadakan acara sharing dan diskusi bersama di Satu Atap coworking space. Dengan judul acara “Temu Dulur Photographer: Wedding Traditional”, acara ini memuat tiga topik penting yang berkaitan dengan pengetahuan dan strategi dalam bekerja sebagai seorang fotografer.

Topik yang telah dipilih ini tentu diharapkan mampu menjadi brainstorming bagi para fotografer yang hadir di acara ini. Topik pertama menyangkut masalah teknis fotografi itu sendiri, yaitu memotret dengan pencahayaan artifisial dan natural. Kemudian, topik kedua membahas tentang studi komparasi fotografi pernikahan. Lalu, topik yang terakhir membahas tentang manajemen bisnis profesi seorang fotografer itu sendiri.

Setiap poin pembahasan telah disediakan pembicara yang telah berkecimpung lama di dunia fotografi. Topik pertama dibawakan oleh owner dari Magnum.photo_id. Fitrah memberi pengetahuan mengenai teknik-teknik memotret momen pernikahan dengan berbagai jenis pencahayaan, mulai dari artifisial hingga yang natural. Masing-masing dari jenis pencahayaan tentu memiliki keebihan dan kekurangannya sendiri, maka dari itu sebagai seorang fotografer tentu harus bisa memanfaatkan segala peluang yang ada untuk mendapatkan hasil foto yang baik.

Selanjutnya, pada topik pembahasan kedua ada pembicara dari owner Ricarda Rosario Gallery alias Ricarda. Dalam sebuah studi komparasi dari tema pernikahan, tentu Ricarda telah memahami betul bagaimana prosesi dari sebuah pernikahan mulai dari tema internasional sampai dengan tema tradisional. Dengan teliti, Ricarda menyampaikan dengan baik bagaimana pernikahan dengan masing-masing tema memiliki keunikannya masing-masing. Walaupun jaman makin berkembang, ternyata pernikahan bertema tradisional pun tidak kalah peminatnya dengan pernikahan bertema internasional.

Pada poin terakhir, mulai berbicara banyak tentang bagaimana seorang fotografer mampu mengatur manajemen bisnis yang baik sebagai fotografer maupun sebagai owner vendor. Dari topic tersebut, dipilih satu poin yang paling mengena untuk memulai sebuah usaha bersama tanpa saling sikut-sikutan, yaitu ‘sukses bersama di tengah persaingan bebas’. Pembicara topik ini berasal dari owner Evography, yaitu Glady. Topik ini pun menjadi awalan penting bagi para fotografer untuk terus bisa bersaing secara sehat dan saling mendukung satu sama lain.

 

Acara ini berlangsung komunikatif dan guyub. Ada lebih dari 50 orang fotografer yang turut memeriahkan acara pertama dari SPWG ini. Setelah sharing materi selesai, acara disusul dengan buka bersama dan acara bincang-bincang bebas. Acara yang menjadi tombak awalan dari pertemuan dari SWPG yang bertujuan untuk membangun kekompakkan dari kawan-kawan satu profesi. Dengan adanya SWPG, para fotografer wedding Surabaya kini memiliki wadah untuk saling berkembang bersama.