@adrkrist

Pencahayaan adalah hal yang penting dunia fotografi. Gimana engga? Tanpa adanya cahaya tentu para fotografer tidak bisa menghasilkan karya dengan kamera mereka. Nah, saat berbincang tentang pencahayaan sendiri, biasanya para fotografer terpisah menjadi dua kubu, yaitu pencahayaan natural atau pencahayaan artificial?

Setiap fotografer pasti memiliki pilihan favoritnya sendiri-sendiri. Mulai dari mereka yang masih belajar, penghobi, maupun bekerja secara professional di bidang ini, pasti bisa ngobrol bareng berjam-jam saat topiknya pencahayaan. Memilih sebuah pencahayaan tentu tidak selalu didasarkan pada pilihan favorit, namun juga kebutuhan, serta tema yang akan dieksekusi.

Masing-masing pencahayaan natural atau pencahayaan artificial pun memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri, simak di bawah ini:

Pencahayaan Natural

Murah meriah, tentu siapa saja bisa mengakses cahaya matahari. Kemudian, lebih praktis, tentu dengan menggunakan cahaya natural para fotografer tidak perlu repot-repot membawa softbox, lightstand, dan lain-lain. Pencahayaan natural plus jendela, atau pepohonan mampu menciptakan bayangan dan ambient yang artsy.

View this post on Instagram

Titi Rajo Bintang (did her first barefaced shoot)

A post shared by SHARON ANGELIA (@sharonangelia) on

Namun, pencahayaan natural tidak bisa selalu tersedia, bahkan waktu yang paling baik hanya tersedia di pagi hari sebelum jam 10, dan jam setengah tiga siang sampai sebelum senja. Terlebih lagi, hanya mengandalkan cahaya natural bisa memberikan kesan yang flat pada objek foto.

Baca juga: Belajar Food Photography Dengan On Location Flash Bersama Injie

Pencahayaan Artificial

Berbeda dengan pencahayaan natural, pencahayaan artificial membebaskan para fotografer untuk bisa membangun pencahayaan kapan saja. Ada berbagai ambient yang bisa dibangun lewat pencahayaan artificial, mulai dari yang dramatis, natural, strobis, dan lain-lain. Kalian juga bisa berkreasi dengan berbagai filter warna-warni yang bisa dipasangkan di lighting agar foto kalian tampak unik. Plus, kalian juga bisa menciptakan kesan objek yang lebih berdimensi dengan takaran kekuatan lighting yang tepat.

View this post on Instagram

. . #novnovfashiongraphie . . BRANDING PUBLISHING IMAGING . . IMAGING ~ Portrait Project Make Up by @dewcarletto . . Kebaya @hendhysetiawan Model @dianberniksilalahi Make Up @dewcarletto Lokasi @studioadventure Ass Shooter @indraarrohmah @bangstev Lightman @alim_sadikin Lighting by @victoryfotosby ( NICE K8 ) . . Follow our others account, . The Wedding @innovweddingphoto @onivphotovideo . . #fashionphotography, #photographersurabaya, #katalogproduct, #noviphotographie, #novicinematicfilm, #surabayaphotographer, #profilecompany, #fashionsurabaya, #modelsurabaya, #genrefashion, #NikonIndonesia, #KebayaIndonesia, #gaunpengantinindonesia, #muslimbride, #traditionalweddingkebaya, #muasurabaya, #periassurabaya, #gaunmuslimwedding

A post shared by Dare You ! (@novnovfashiongraphie) on

Dengan berbagai keuntungan yang bisa diambil dari pencahayaan artificial tentu ada harga yang harus kalian bayar. Mulai dari harga lighting yang tidak murah, banyak teknik yang peru dipelajari, bahkan setting yang memakan waktu.

Baca juga: Newborn Photography Semakin Naik Daun Di Indonesia

Sebenarnya, mau menggunakan pencahayaan natural atau pencahayaan artificial sebenarnya sama-sama bisa menghasilkan karya yang keren. Ujung-ujungnya semuanya sih tergantung tujuan dan kenyamanan.

Apabila kalian ingin menciptaan hasil foto yang natural, dan simple maka cukup menggunakan pencahayaan natural alias available, namun apabila kalian ingin mendapatkan hasil yang dramatis, dan glamour, maka pencahayaan artificial lah jawabannya.

Nah, jadi kalian termasuk di kalangan fotografer penyuka pencahayaan natural atau pencahayaan artificial?