Fotografer Proklamasi
Sumber : danielsuawa.blogspot.com

Masih dibulan Agustus, berarti euforia memperingati kemerdekaan juga belum usai. Baru empat hari yang lalu pada 17 Agustus 2018 seluruh warga negara Indonesia merayakan momen puncak kelahiran negara ini dnegan penuh sukacita. Diluar dari hingar-bingar dan semarak lomba disana-sini, kita patutnya juga harus mengenal pahlawan bangsa ini. Karena, perayaan megah nan penuh kemeriahan tidak akan tercapai tanpa semangat dan keberanian pendahulu kita.

Sosok pahlawan bagi sebagian besar orang diketahui bagi mereka yang melawan penjajah dimedan perang, atau bergerak aktif dipemerintahan. Namun, tahukah anda bahwa fotografer juga dapat menjadi pahlawan?. Keduanya adalah kakak beradik Alex dan Frans Melndur yang berhasil mendokumentasikan detik-detik proklamasi dengan menghasilkan dua gambar fenomenal yakni, pembacaan proklamasi kemerdekaan dan pengibaran bendera merah-putih. Alex sang kakak adalah kepala bagian foto kantor berita Domei, sedangkan Frans merupakan wartawan dari Harian Asia Raya.

Baca Juga : Youtuber Photographer

Fotografer proklamasi
Sumber ; boombastis.com
Fotografer Proklamasi
Sumber : akalmu.com

Mungkin memang Ir. Soekarno yang membacakan teks proklamasi dengan berbagai rentetan perjuangan diplomasinya kepada Jepang dan sekutu. Namun, kita patut berterima kasih kepada Mendur bersaudara yang tidak melewatkan momen penting itu. Hingga dapat dikenang dan diturunkan kepada generasi selanjutnya.

Keduanya tidak serta-merta dapat melakukan pengabadian gambar dengan bebas. Malahan mereka harus secara sembunyi-sembunyi dan menghindari pihak Jepang agar tidak ketahuan dan tertangkap. Meskipun, proklamasi kemerdekaan dapat dilakukan, namun waktu itu penjagaan dari pihak Jepang juga masih sangat ketat.
Baca Juga : Kontes Mini Video Studiostar7

Sayangnya foto Alex telah dirampas oleh pihak Jepang, sedangkan Frans berhasil mengamankan fotonya. Ia mengubur rol film foto tersebut dikebun kantornya. Karya keduanya kini yang berjumlah lebih dari 100 foto dipajang disebuah rumah panggung di Minahasa. Rumah ini sekaligus sebagai museum yang juga didepannya dibangun patung penghormatan atau Tugu Pers Mendur. Kegigihan keduanya untuk menghasilkan dan menyelamatkan foto-foto tersebut menjadi buah karya yang akan selalu abadi selamanya bagi bangsa Indonesia.

Baca Juga : Tips and Trik Fotografer Pendaki