Mengenal Image Stabilization Untuk Mengatasi Blur Saat Memotret

0
534

Image Stabilization (IS) atau biasa disebut stabilizer adalah fitur yang berfungsi untuk mengatasi masalah blur yang tak diinginkan, akibat getaran atau gerakan yang tak disengaja dari kamera ketika Anda memotret menggunakan kamera. Getaran atau gerakan yang tidak disengaja itu biasa disebut dengan istilah ‘camera shake’. Tidak semua jenis kamera memiliki stabilizer, tetapi kamera DSLR umumnya memiliki stabilizer yang terletak pada lensa. Jika lensa Anda perhatikan akan ada tombol on/off.

Baca juga:Lima Vlogger Indonesia Inspiratif Yang Kontennya Wajib Untuk Disimak

Image Stabilization Mengatasi Blur

Image Stabilization (IS) tidak hanya digunakan pada tubuh lensa saja, tetapi juga ditanamkan pada bodi kamera yaitu pada sensor gambar.

Cara kerja Image Stabiization ini adalah dengan cara mengkompensasi gerakan angular yang terjadi pada sumbu proyeksi gambar, supaya kembali sejajar ke sumbu yang lurus sampai ke sensor gambar. Namun, ada jugaa stabilizer elektronik yang mekanisme kerjanya dapat mengkonpensasi rotasi.

Masalah kamera goyang yang rentan terjadi pada Kamera DSLR, Mirrorless, dan prosumer terjadi karena penggunaan shutter speed yang lambat. Hal ini mengartikan bahwa semakin lambat shutter speed yang digunakan, maka semakin berpotensi terjadinya kamera shake. Sehingga IS diciptakan untuk mengatasi masalah tersebut. Bukan hanya kecepatan shutter, lensa focal length yang panjang (tele) juga rentan terhadap camera shake. Pada kamera khusus video, camera shake menyebabkan terlihatnya delay dari frame ke frame dalam rekaman video.

Perlu Anda ketahui bahwa Image Stabilization (IS) tidak bisa mengatasi blur akibat gerakan subjek atau goncangan kamera yang ekstrem. Stabilizer hanya dirancang untuk mampu mengurangi blur dari getaran normal, bukan goncangan yang berlebihan. Namun pengembangan IS sudah bisa mendeteksi gerakanpanning yang disengaja atau lebih agresif.

Jika lensa atau kamera Anda tidak memiliki Image Stabilization, maka solusinya yaitu menggunakan tripod. Lensa yang memiliki stabilizer harganya lebih mahal dibanding lensa non-stabilizer.  Untuk kebutuhan astrophotography, seperti memotret Bima Sakti akan menggunakan stabilizer khusus.

Bagi Anda yang masih pemula jangan khawatir karena untuk mempelajari kegunaan Image Stabilization memang membutuhkan proses. Hasil foto akan semakin bagus ketika Anda selalu mempraktekannya. Semoga bermanfaat…

Baca juga:Smoke Bomb Jadi Aksesoris Foto, Agar Foto Sobat Jadi Keren!

KIRIMKAN SAYA ARTIKEL INFOTOGRAFI