Sobat tahu fotografi light painting? Fotografi light painting merupakan fotografi dengan eksposur panjang. Sebuah pemandangan ataupun objek dapat terlihat menjadi lebih hidup dengan permainan cahaya, loh. Light painting sangatlah butuh kesabaran ekstra dan latihan yang terus menerus. Light painting bukanlah fotografi low-light semata juga, loh. Inilah seluk beluk tentang fotografi light painting.

Seluk Beluk tentang Fotografi Light Painting
Sumber : Digital Photography School

Light painting juga bisa sangat gampang dengan pengaplikasian aplikasi manipulasi foto seperti Photoshop. Namun, sebenarnya ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan hanya berbekal kamera kamu dengan light painting, loh.

 

Peralatan 

Kamera : dengan setting manual dan siap untuk Bulb

Tripod : tripod yang kokoh sangat penting karena untuk membuat light painting yang bagus, shutter kamu akan terbuka lebar selama beberapa menit. Tentu saja, satu goncangan, buyar deh gambar sobat.

Shutter release : bisa gunakan kabel ataupun remote untuk memulai eksposur kamu. Kalau tidak bisa, kamu bisa menggunakan fungsi timer. Untuk pemotretan light painting, sangat disarankan untuk tidak menyentuh kamera sama sekali agar mengurangi goncangan pada kamera kamu.

Stop watch : stop watch ataupun apapun untuk menghitung eksposur kamu sangatlah penting

Sumber cahaya : bagaikan pelukis, “kuas” yang kamu butuhkan bisa berupa senter, laser, lightstick yang biasa kamu gunakan di konser, flash, ponsel kamu, ataupun lilin. Beberapa sumber cahaya juga menghasilkan warna cahaya yang berbeda-beda loh. Misalnya, lampu LED akan mengeluarkan cahaya yang lebih dingin, seperti warna biru. Halogen, bisa memproduksi cahaya yang lebih hangat seperti oranye.

Seluk Beluk tentang Fotografi Light Painting
Color gel

Color gel : color gel filter untuk flash bisa kamu gunakan agar memberikan cahaya yang berbeda-beda.

 

Setting kamera

Seluk Beluk tentang Fotografi Light Painting
Sumber : MSN

Mode manual

Kualitas : RAW

White Balance : bisa menggunakan Tungsten atau Incandescent. Kamu bisa menyetel white balance sesukamu untuk menciptakan cahaya yang bermacam-macam. Kamu bisa menggunakan daylight ataupun tentu saja, auto white balance kalau sobat gak mau ambil pusing.

ISO : ISO rendah seperti 100

F-stop atau aperture : f/8 ataupun f/10 agar mendapatkan depth of field yang lebih dalam dan membuat kamu dapat menggunakan shutter speed yang lama.

Shutter speed : bulb

LCD brightness : turunkan brightness dari LCD kamu. Kalau terlalu terang, gambar sobat bisa under-exposed.

Image Stabilization : matikan. Aman-aman saja kok, karena sobat menggunakan tripod. Kalau sobat menyalakan Image Stabilization, kamera sobat akan otomatis buram.

 

Nah, setelah semuanya pas, baru sobat mulai “bermain”. Jangan berdiri di belakang kamera terus. Tapi ingat, jangan berdiri diantara kamera dan sumber cahaya kamu. Nanti malah sobat menghasilkan gambar “hantu”, deh.

Sobat bisa mulai “menggambar” cahaya di “frame” sobat. Sobat bisa menggunakan beberapa angle. Jangan lupa gunakan kaos yang gelap dan non-reflektif.

Siap bermain? Selamat mencoba “menggambar” cahaya!

 

Baca juga :