cinematic lens

Karakteristik Cinematic Lens yang Spesial-Lensa merupakan salah satu gear penting yang menjadi kunci kualitas foto dan video yang kamu hasilkan lho! Saking pentingnya, lensa dibuat segmented sesuai kebutuhan. Jadi kalau ingin membuat video yang keren pastikan lensamu sudah pakai cinematic lens.

Cine lens atau lensa sinematik adalah lensa yang didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan filmmaker. Maklum, kebutuhan mereka berbeda jauh dengan fotografer yaitu merekam gerakan secara terus menerus dan kualitasnya distandarkan untuk videografi. Dari segi body dan teknologinyapun melebihi lensa foto biasa, begitupun harganya.

Seperti apa sih cinematic lens ini?

Baca juga : Max Rive and His Landscape

Desain Profesional

Dari segi desain, cine lens memuaskan dengan tampilannya yang serius. Kesan profesional didapat dari eksterior lensa yang dilengkapi penanda, adjusment rings manual untuk aperture, zoom dan focus. Selain cantik dilihat, desainnya dibuat untuk mengatasi masalah yang biasanya ditemui fotografer saat memotret dengan lensa still.

Bodi kokoh, Ukuran dan Berat Lensa

 

cinematic lens

Lensa sinematik dibuat untuk pemakaian kelas berat. Dengan bodi full metal yang tahan banting dibawa shooting ke kondisi yang paling ekstrim sekalipun. Jadi lensa sinematik lebih besar dan berat dibanding lensa foto.

Baca juga : Seluk Beluk tentang Fotografi Light Painting

Hal menariknya, cine lens sudah standar satu ukuran diameternya.

Jika diperhatikan, sebagian besar cine lens jauh lebih besar bagian depannya dibanding lensa still. Dari foto tampak 28mm Carl Zaiss Compact Prim jauh melampaui ukuran lensa still yang sama-sama 28mm.

Alasan cine lens memiliki diameter yang sama adalah demi aksesoris yang bakal digunakan pada mereka. Semisal memakai ND filter untuk beberapa adegan kemudian mengganti lensa tanpa repot-repot ganti filter juga. Jadi image yang dihasilkan bisa tetap sama karena tidak ganti filter.

Sedangkan berat yang sama artinya kamu dapat mengganti focal klength berbeda dan tidak perlu re-balance stabilization system. Ring lebih besar (bagian depan) biasanya dilengkapi knop untuk fungsi-fungsi lain seperti jarak fokus dan aperture.

Kontrol Fokus Akurat

cinematic lens

Salah satu fitur terpenting cine lens ialah kemampuannya untuk menjaga fokus pada subjek yang bergerak atau dengan smooth mengganti fokus dari satu subjek kelainnya.

Subjek yang bergerak dalam adegan film harus selalu fokus dengan merotasi focus ring secara perlahan sembari mengikuti subjek bergerak. Ini sulit dilakukan dengan lensa still tapi bisa apik pada lensa sinematik.

Baca juga : Tips dan Trik Memotret di Taman Hiburan

Selain itu, cine lens memiliki focus ring dengan penanda yang jelas dan hard stop diawal hingga akhir sehingga memudahkan akurasi dan melakukan fokus dengan mulus meski tanpa focus system.

Selain itu, focus ring di cine lens bisa diputar 270 derajat mulai dari minimum hingga jarak tak terhitung (infinity). Kemampuan fokus juga lebih steady, jadi tidak ada goyang-goyang halus (focus breathing) yang biasanya terjadi jika memakai lensa still.

Beberapa cine lens juga memiliki parfocal lens yang mampu mengunci fokus pada subjek meski di-zoom in. Jika pakai lensa still, proses zoom in dan zoom out membutuhkan re-focus yang biasanya tidak akurat. Jadi dengan cine lens maka proses zoom in dan zoom out bisa smooth tanpa ganti fokus.

Kontrol Light dan Aperture

Tidak seperti lensa lainnya, cine lens tidak sekedar soal mengontrol aperture.

Cine lens memiliki ring iris dengan penanda T-stop (lawannya f-stop) yang memberikanmu pengukuran pasti soal jumlah cahaya yang memasuki lensa, dibandng seberapa lebar bukaan lensa.

Lensa ini memiliki fitur kontrol manual exposure berpresisi tinggi dan memungkinkan menjaga exposure disetiap adegan, tak peduli kondisi cuaca dan paparan saat shooting.

Ring iris juga click-less, jadi kamu tidak akan terganggu saat adjusting aperture dan mengubah exposure.

Kontrol Zoom Internal

Seperti lensa profesional pada umumnya, kamu bisa zoom in dan zoom out dengan memutar ring zoom di bodi cine lens. Enaknya lagi, panjang lensa tidak berubah saat diputar seperti lensa still. Jadi hanya jerohannya saja yang bekerja.

Kemampuan ini sangat menguntungkan untuk filmmaker karena camera ring mereka selalu berada dalam sistem stabilizer yang bakal repot jika focal length berubah-ubah panjangnya.

Zoom ringnya pun dijamin selalu smooth dan memberikan transisi focal distance yang berbeda-beda dengan sama mulusnya.

Kualitas optik yang luar biasa

Kualitas optik sebuah lensa sangat bergantung pada kualitas kaca. Lensa foto premium biasanya terbuat dari kaca high-end dan begitu juga untuk lensa videografi.

Lensa sinematik mungkin terlihat sama saja dengan lensa still tapi baru terlihat bedanya saat dikondisi lighting yang sulit.

Kaca pada cine lens memungkinkan nge-shoot dalam kondisi lighting buruk, misalnya dibawah sinar terik atau kontras tinggi.

Meski mungkin ada sedikit perbedaan warna dan kontras pada merk yang berbeda namun lensa sinematik dari brand sama hasilnya cenderung konsisten.

Selain itu cinematic lens juga menghasilkan ketajaman yang rata hingga ke bagian pojok image dan mengurangi chromatic abberation, distorsi dan vignetting yang biasa terdapat pada video.

Poin lain yang membuat cinematic lens disukai adalah kemampuannya menghasilkan bokeh yang cantik dan flare cahaya yang indah.