Biasanya, ketika memotret, kita akan diuji geregetan ala-ala dengan pantulan cahaya yang tidak diinginkan dan malah bikin hasil foto kita hancur. Nah, disinilah dimana filter polarisasi atau polarizing filter berperan. Yuk, simak lebih jauh tentang kapan dan bagaimana menggunakan polarizing filter!

 

Filter polarisasi atau polarizing filter ini berperan untuk menambah kontras pada langit karena biasanya white balance tanpa filter akan membuat langit malah berwarna putih, mengurangi pantulan cahaya dari air maupun jendela, serta meningkatkan kontras serta saturasi. Filter polarisasi ini dilengkapi dengan sesuatu yang dapat membelokkan cahaya yang dipantulkan.

Baca juga : Cara Ciptakan Wajah Cantik Natural dan Glowing dengan Permainan Lighting

 

Memang sih, ketika beli satu paket filter, sobat akan ditawarkan banyak pilihan. Dari warna biru dan sebagainya. Namun, yang paling penting adalah Circular Polariser atau CPL yang akan menjadi bahasan kita sekarang. Jika sobat memiliki lensa autofokus, maka sobat butuh banget filter ini. Filter ini merupakan gabungan dari dua filter yang bisa diputar-putar hingga dapat menyerap sinar matahari yang dipantulkan dan sobat bisa mengatur efek yang ingin sobat hasilkan pada hasil foto sobat.

 

Penting sekali untuk memutar filter ketika sobat akan mengomposisi gambar atau mengubahnya dari framing horizontal ke vertikal. Ketika sobat memutar itu, filter sobat akan “memotong” lintasan cahaya yang telah terpantulkan. Filter ini akan menghapus 1½ cahaya yang “parkir” di foto sobat, namun kamera sobat akan mengatur secara otomatis cahaya ini.

 

Baca juga : Cara Membuat Warna yang Apik dalam Foto Produk menggunakan Speedlight

 

Untuk memberi warna biru pada langit yang tajam, ada filter tertentunya nih. Filter polarisasi bagus banget untuk fotografi luar ruangan dengan sinar matahari yang cukup. Filter polarisasi ini juga pas banget untuk memberikan warna biru untuk langit yang tajam dan membuat awan lebih terlihat. Bahkan, sungai juga terlihat lebih solid, loh.

Kapan dan Bagaimana Menggunakan Polarizing Filter
Sumber : Peta Pixel/Alexander J.E. Bradley
Kapan dan Bagaimana Menggunakan Polarizing Filter
Sumber : Peta Pixel/Alexander J.E. Bradley

 

Jika sobat merasa warna awan maupun langit kurang tajam, tinggal proses ke photo-editing saja, deh.

Kapan dan Bagaimana Menggunakan Polarizing Filter
Sumber : Peta Pixel/Alexander J.E. Bradley
Kapan dan Bagaimana Menggunakan Polarizing Filter
Sumber : Peta Pixel/Alexander J.E. Bradley

Untuk mengurangi pantulan, filter polarisasi juga berperan penting di sini. Dari pantulan cahaya dari jendela bangunan, jendela mobil, sungai, dan sebagainya. Hanya dengan putar-putar dan atur filter kamu ke angle yang pas, dapat deh.

 

Kapan dan Bagaimana Menggunakan Polarizing Filter
Sumber : Peta Pixel/Alexander J.E. Bradley
Kapan dan Bagaimana Menggunakan Polarizing Filter
Sumber : Peta Pixel/Alexander J.E. Bradley

Untuk memotret model, filter ini juga pas, loh. Karena kehebatan mereka mengurangi cahaya sekitar 1½, maka filter ini akan mengurangi pantulan cahaya pada kacamata jika model sobat menggunakan kacamata, juga mengurangi pantulan pada kulit model.

 

Kapan dan Bagaimana Menggunakan Polarizing Filter
Sumber : Peta Pixel/Alexander J.E. Bradley
Kapan dan Bagaimana Menggunakan Polarizing Filter
Sumber : Peta Pixel/Alexander J.E. Bradley

 

Tenang saja, filter polarisasi ini biasanya dibanderol dengan harga yang terjangkau. Dari duaratus ribu rupiah hingga dua juta pun ada. Sobat bisa memilih-milih sesuai kocek ataupun jika sobat ingin menghasilkan gambar yang bagus, sobat bisa memilih yang agak mahal. Gambar-gambar yang dihasilkan di sini merupakan hasil dari Hoya Circular Polarising Filter, dengan Nikon D500.

 

Baca juga : Cara Menaruh Posisi Kamera yang Benar di Tas Kamera

 

Bagaimana? Masih ada pertanyaan? Silahkan taruh saja di komen! Selamat mencoba!