Fujifilm baru saja meluncurkan kamera mirrorless mereka, X-T3 yang dibanderol seharga $1,500. X-T3 merupakan koleksi terbaru dari seri X yang merupakan seri kamera mirrorless APS-C. Kamera ini merupakan pembaruan dari kamera favorit para pengguna Fujifilm, X-T2 yang diluncurkan tahun 2016. Walaupun X-T2 sekarang berbeda dengan X-T2 yang dites pertama kali dengan kelebihan dari autofocus, kemampuan video, tracking subjek, dan sebagainya – tampaknya, Fujifilm calls it as the time for new hardware. Dan inilah kamera mirrorless Fujifilm X-T3, si kamera mirrorless canggih.

kamera-mirrorless-fujifilm-x-t3-si-kamera-mirrorless-canggih
Fujifilm X-T3. Sumber : DPreview
Baca jugaBerkenalan dengan Panasonic Lumix LX100 II

 

Kamera X-T3 ini dilengkapi dengan sensor megapixel 26.1 yang dapat merekam video 4K dalam 60 fps dan memberikan sistem autofocus yang terbaik. Kamera ini akan mulai dijual di pasaran dalam kurang beberapa hari ini, yakni 20 September dan dibanderol dengan harga mulai dari $1,499.95 (atau $1,899.99 dengan lensa kit familier 18-55). X-T3 sebenarnya dibanderol sedikit murah dari X-T2 saat launching. Untuk mengejar dengan harga itu, Fujifilm memindahkan studio perakitan dari Jepang ke Cina yang membuat para penggemar kamera Fujifilm tidak terlalu senang. Kalau dulu ada stampel “made in Japan”, sekarang nggak ada lagi, deh. Yang ada adalah “made in China” yang sedikit ‘nyempil’ di belakang LCD.

kamera-mirrorless-fujifilm-x-t3-si-kamera-mirrorless-canggih
Fujifilm X-T3. Sumber : Fujifilm

Menurut sebuah ulasan profesional dari The Verge, X-T3 memiliki tethering USB-C yang cepat. T3 juga memiliki headphone jack untuk mendengarkan audio (tanpa perlu vertical grip lagi) dan memiliki diopter yang bisa dikunci dan lebih mudah. OLED viewfinder X-T3 juga lebih tajam daripada X-T2. Tak ada perubahan signifikan pada LCDnya. Masih bisa ditekuk ke atas, bawah, maupun ke kanan, namun tidak bisa dibalik hingga 180 derajat untuk selfie maupun blogging.

 

Baca jugaTips untuk Memotret Dengan Long Exposure

 

Tak hanya itu, terdapat X-Trans CMOS4 sensor yang digabungkan dengan X-Processor 4, sebuah quad-core CPU yang lebih cepat dari kamera X seri lainnya. X-T3 juga memiliki fokus yang lebih bagus. Continuous autofocus memiliki mechanical shutter yang bisa memotret hingga 11 fps. Karena X-T2 harus memiliki vertical grip saat memotret dalam 11 fps, kini sobat tak perlu lagi vertical grip, loh. Tinggal pindahkan saja ke mode electronic shutter (dan 1.25x).

 

Baca jugaLeica Luncurkan M10-P yang Tombol Shutter-nya Tanpa Suara!

 

Gimana, sobat? Tertarik untuk memiliki Fujifilm X-T3?