Meraup Untung Dari Industri Wedding Photography

0
585

Menjadi seorang fotografer merupakan impian bagi banyak orang yang menggemari hobi motret. Terlebih lagi, saat kita menerima bayaran dari hal yang kita cintai tersebut, pasti akan sangat menyenangkan, bukan?

Salah satu genre fotografer yang besar ‘industri’-nya adalah wedding photography. Bisa dibayangkan kan, dalam setiap harinya tentu ada saja manusia-manusia yang menjalanan momen sakral pernikahan. Otomatis, para wedding photographer pun terus saling berebutan momen tersebut demi mengisi pundi-pundinya.

Dalam wedding photography pun banyak sekali genre-genre turunan yang turut mendatangkan untung. Mulai dari, prewedding, acara lamaran, ritual-ritual adat sebelum hari-H, acara pernikahan, hingga postwedding. Mari dibahas satu per satu-satu ya!

Dalam sebuah prewedding, tentu para photographer akan bekerja sama dengan banyak orang. Seorang fotografer tidak semerta-merta menjadi ‘lakon’ karena pasangan kalian juga membutuhkan MUA, stylist, lighting man, asisten, vendor dekorasi, dan lain-lain. Tentu dibutuhkan skill komunikasi yang baik agar proses prewedding berjalan lancar, misalnya jangan segan untuk berdiskusi dengan klien mengenai pose foto, atau meminta tolong vendor dekor saat ada yang kurang bagus terlihat di kamera. Tentu sebuah konsep dan tim prewedding yang matang akan menghasilkan hasil yang maksimal.

@kochia.picture

Setelah prewedding usai, tentu momen selanjutnya adalah acara lamaran. Biasanya mulai acara ini, kalian sebagai seorang fotografer sudah mulai bekerja sama dengan WO yang akan menangan pasangan anda sampai hari-H. Tugas untuk berkoordinasi pun menjadi semakin simple karena dismisi akan bisa dilakukan dengan staff WO saja. Acara lamaran memang tidak memakan waktu yang cukup lama, tapi tetap jangan sampai kelupaan untuk mengambil detail dad seserahan, cincin, hingga momen-momen penting saat keluarga calon mempelai lelaki datang.

Sebelum hari yang di nanti datang, tanah air kita terkenal akan adatnya yang masih begitu kental, sehingga tidak jarang untuk mendapatkan momen tambahan seperti siraman ataupun pengajian. Umumnya, ritual tambahan ini memakan waktu setengah hari sampai satu harian. Jangan menggerutu dulu, di momen-momen tersebut bsa menjadi extra cash yang berarti buat kalian, kan? Nah, agar bisa menikmati keselurahan acara dengan sukses, kalian harus memahami proses acaranya, jangan malu bertanya kepada calon mempelai ataupun WO yang ada. Setiap ritual tentu memiliki protesi yang berbeda-beda, jadi ada baiknya untuk kroscek runtutan dari acaranya.

@es.ohstudio

Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Hari yang ditunggu akhirnya tiba, yaitu hari pernikahan. Dalam setiap pernikahan di Indonesia, acara di mulai dengan pengesahan pernikahan di mata agama, seperti akad nikah di dalam Islam, atau pemberkatan di dalam Kristen. Acara keagamaan ini biasanya diisi dengan ceramah, pembacaan ayat suci, dan prosesi pengesahan pernikahan tersebut. Kemudian, acara akan dilanjut dengan resepsi pernikahan. Banyak orang yang menjadikan akad dan resepsi pernikahannya dalam satu hari atau dipisah di hari esoknya.

@innovweddingphoto

Di acara utama ini tentu kita sebagai fotografer tidak boleh lengah mendokumentasikan keseluruhan acara dan detail-detail yang ada. Momen yang terjadi sekali seumur hidup ini adalah dimanja para klien memercayakan seluruhnya kepada kita. Untuk acara yang besar, tentu bisa membutuhkan dua fotografer lebih untuk menangkap momen-momen yang ada, misalnya foto tengah yang memotret tamu-tamu di panggung, fotografer candid untuk momen, sampai ada juga yang namanya fotografer yang khusus menangkap detail acara pernikahan keseluruhan.

Baca juga: Noise Reduction

Nah, banyak banget kan peluang yang ditawarkan sama industri Wedding Photography ini. Jadi, memang tidak salah kalau peminatnya banyak sekali. Bisa dibilang ini adalah sebuah hobi yang dibayar! Apa kalian tertarik juga untuk menekuni foto pernikahan sebagai pekerjaan full time kalian?

KIRIMKAN SAYA ARTIKEL INFOTOGRAFI