Hiroji Kubota, seorang fotografer asal Jepang menjadi contoh kesuksesan fotografer Asia. Ia sudah memulai hobinya dalam bidang ini sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.  Pria kelahiran 2 Agustus 1939 ini terjun ke dunia fotografi sejak bertemu dengan anggota agensi Magnum Photos, René Burri, Burt Glinn dan Elliott Erwitt di tahun 1961. Setelah merampungkan pendidikannya di Universitas Waseda, Kubota melanjutkan studinya ke University of Chicago dalam bidang jurnalisme dan politik internasional. Tidak hanya melanjutkan pendidikannya, ia juga bekerja menjadi fotografer paruh waktu dan menjadi asisten Erwitt dan Cornell Capa (fotografer senior Magnum).

Photojournalism menjadi ciri khasnya dalam membidik foto, hal tersebut berawal dari ketidak sengajaannya mengambil gambar Dr. Martin Luther King di Washington D.C. Setelah itu, Kubota selalu diterjunkan untuk memotret dalam situasi penting sebuah pemerintahan. Ia bahkan menjadi saksi  jatuhnya Saigon saat perang Vietnam pada 1975. Kondisi perang yang genting cukup membuatnya ketakutan saat itu, namun fotografer Asia ini akhirnya memberanikan diri hingga akhirnya menjadi saksi runtuhnya pertahanan pusat kota Vietnam. Peristiwa tersebut juga menjadi titik balik kehidupannya, ia merasa tertekan jika harus memotret tentang peperangan atau konflik wilayah. Hingga pada akhirnya, Kubota memilih untuk fokus pada proyek buku-bukunya. Meskipun mengalami perubahan dalam objeknya, Kubota tetap setia untuk mengambil foto dengan menggunakan film, khususnya panorama.

Berikut beberapa foto yang diambil

Baca juga artikel tentang fotografer dunia lainnya:

Travel Fotografer, David Lazar

Vivian maier – The Nanny Photographer

Para Kartini di Dunia Fotografi