fotografi olahraga

Memang sih fotografi olahraga itu asik dan menantang. Butuh latihan yang tepat, peralatan yang tepat, dan tentunya : keberuntungan. Mau memulai fotografi olahraga? Inilah beberapa tipsnya!

Dalam fotografi olahraga, ini berarti kalian nggak perlu olahraga dalam memotret, kok. Kalian hanya butuh keahlian kalian dalam memotret. Beberapa tips dari Shaun Ho, fotografer olahraga dan tari asal Singapura, ini diambil dari salah satu cabang fotografi, yakni fotografi burung. Without further ado, berikut adalah tips dalam fotografi olahraga.

Contoh, dalam foto ini, teknik yang digunakan Shaun adalah focus trap. Focus trap ini adalah teknik yang dipelajari dalam fotografi burung.


Sumber : Shaun Ho/PetaPixel

Baca juga : Inikah Saatnya untuk Ganti Lensa Murah Kamu?

1. Pelajari Apa yang Akan Sobat Foto

Sebelum memotret, pelajari apa yang akan sobat foto. Dengan begini, sobat bisa memelajari dengan melihat video-video di YouTube tentang olahraga yang akan sobat foto. Yang sobat pelajari bisa dari peraturan pertandingan, bagaimana scoring dalam pertandingan, dan sebagainya.


Sumber : Shaun Ho/PetaPixel

Dalam foto diatas, Shaun Ho memotret para perenang ini dari lantai tiga dibelakang tribun penonton. Karena ia telah mengerti bagaimana scoring dari renang indah, ia bisa mengira-ngira kapan ia harus memotret formasinya.

2. Pelajari Autofocus dan Tracking

Autofocus dan tracking ini penting banget untuk kalian, sobat. Autofocus ini memudahkan sobat untuk mendapatkan subjek yang tajam, dan tracking ini adalah memudahkan sobat untuk fokus pad subjek yang tepat. Dalam fotografi olahraga, autofocus yang sebaiknya digunakan adalah continuous agar subjek yang sobat tracking tetap dalam fokus.  

Dalam foto ini, jarak antara para atlet dan kamera terus berganti. Maka dari itu, Shaun menggunakan continuous autofocus agar para atlet terus di dalam fokus walaupun jarak antara obyek dengan kamera terus berubah.

Baca juga : Pantone Umumkan Color of The Year 2019 : Inilah Tips untuk “Memainkan” Warna ini untuk Para Fotografer

Kamera terkini memiliki subject tracking seperti 3D tracking, face detection, dan lainnya. Fitur-fitur ini sangat berguna sekali dalam fotografi olahraga loh, sobat! Apalagi 3D tracking ini berguna banget untuk memotret pertandingan balap mobil, lari, gimnastik dan sebagainya. Nah, kalau untuk face detection, ini berguna banget untuk olahraga tarung seperti tinju, fencing, dan sebagainya.

Dibawah ini adalah contoh salah satu foto Shaun saat ia memotret di Asian Games Indonesia. Ia menggunakan face detection untuk mendapatkan foto petinju asal Uzbekistan ini. Bagus, kan?

Sumber : Shaun Ho/PetaPixel

3. Gunakan shutter speed yang tepat

Menggunakan shutter speed adalah kunci untuk “membekukan” suatu aksi. Kalau kalian menggunakan shutter speed yang terlalu lambat, kalian malah mendapatkan motion blur. Nah, menurut Shaun, shutter speed yang tepat adalah setidaknya 1/400 per detik. Bisa juga sampai 1/1600 untuk olahraga dimana sang atlit terjun bebas.

Dalam foto dibawah ini, Shaun menggunakan shutter speed 1/1600 per detik.

Sumber : Shaun Ho/PetaPixel

Atau, sobat bisa menggunakan shutter speed pelan untuk mengilustrasikan pergerakan.

Sumber : Shaun Ho/PetaPixel

Baca juga : Warna-Warni Ragam Style Food Photography yang Indah Dipandang Mata

4. Beli lensa dengan zoom yang cepat

Biasanya, tantangan yang harus dihadapi para fotografer olahraga adalah jarak antara fotografi dan atlet yang terus berubah. Tak hanya itu, para fotografer harus menghadapi pencahayaan venue yang sangat-sangat redup. Maka dari itu, Shaun merekomendasikan lensa dengan zoom yang cepat agar mendapatkan shutter speed yang tepat.

Dalam foto dibawah ini, Shaun menggunakan lensa dengan zoom cepat. Jadi, ia tak perlu lagi crop sana-sini untuk mendapatkan foto yang bagus.

Sumber : Shaun Ho/PetaPixel

Kalian bisa memulai dengan lensa 70-200mm dengan f2.8. Lensa ini sangat-sangat ringan dan mudah ditemukan. Aperture 2.8 ini pas banget buat memotret dalam pencahayaan yang kurang. Kalau kalian ingin memotret lebih jauh, kalian bisa menggunakan teleconverter 1.4x tanpa sensor crop.

5. Jangan lupa potret interaksi dan emosi

Selain memotret saat pertandingan, jangan lupa potret saat momen-momen perayaan, kesedihan, dan interaksi. Momen-momen ini adalah momen-momen terpenting dalam olahraga yang akan memberi sentuhan kisah pada foto.

Saat sobat mencoba fotografi olahraga, sobat lebih baik datang saat pemanasan dan tinggal setelah perayaan kemenangan. Dengan ini, sobat bisa memotret saat sebelum pertandingan, saat pertandingan, maupun setelah pertandingan.

Saat break pun sobat bisa memotret segalanya. Di foto ini, Shaun memberikan sentuhan kisah saat half time breaks pertandingan tinju agar menunjukkan interaksi antara atlet dan orang-orang disekitar mereka.

Ini berarti, jangan terlalu fokus pada pemain. Sobat bisa fokus pada keluarga, pelatih, penggemar, dan orang-orang disekitarnya untuk memberikan kisah emosi.

Sumber : Shaun Ho/PetaPixel

Dalam foto diatas, Shaun memanfaatkan momen saat orangtua sang atlet memberikan pelukan pada boneka maskot saat menang di Asian Games Indonesia. Sobat bisa gunakan elemen seperti bendera, keluarga, teman untuk memberikan kisah pada foto sobat.

6.Terus berlatih!

Kontak asosiasi olahraga atau klub olahraga di tempat kamu untuk mendapatkan kesempatan berlatih kemampuan fotografi olahraga kamu.

Teruslah berlatih dan bereksperimen. Selamat mencoba, sobat!