8 Cerita Hebat dari Beberapa Fotografer Hebat

Memiliki panutan fotografer memanglah sangat penting karena kita akan memiliki sedikit panduan kemana arah fotografi kita, dari gaya, teknik, pewarnaan, editing, dan sebagainya. Namun, jika mengopi keseluruhan dari panutan fotografer kita? Tentu tidak. Percuma sekali jika belajar namun malah mengopi punya orang dan tidak memiliki ciri khas, kan? Nah, berikut ini adalah 8 cerita hebat untuk kamu, seorang fotografer dari beberapa fotografer hebat agar kamu dapat menemukan jalan kamu sendiri di bidang fotografi.

 

#1. Maria Svarbova

8 Cerita Hebat dari Beberapa Fotografer Hebat
Plastic World, karya Maria Svarbova. Sumber : Portofolio Maria Svarbova

Maria merupakan fotografer potret seni murni dari Slovakia. Ia dijuluki sang master pengguna kamera Hasselblad karena ia selalu menggunakan kamera Hasselblad dalam karya-karyanya.

8 Cerita Hebat dari Beberapa Fotografer Hebat
Swimming Pool. Sumber : Portofolio Maria Svarbova

Maria lahir di tahun 1988 dan sedang tinggal di Slovakia. Dari tahun 2010 hingga sekarang, fotografi Maria sudah diklaim dunia dan dianggap merupakan jenis seni fotografi terbaru. Karyanya tak jarang muncul di Vogue, Forbes, dan The Guardian, serta promosi besar untuk billboard di Tower Taipei 101 di Tiongkok.

 

#2. Richard Avedon

8 Cerita Hebat dari Beberapa Fotografer Hebat
Karya Avedon, Marilyn Monroe,1957. Sumber : Portofolio Richard Avedon

Setelah kita bertemu dengan fotografer seni, mari kita berlanjut ke fotografer dengan ciri khas potret sederhana selebriti atau orang-orang biasa dengan format besar berwarna hitam putih namun menunjukkan emosi yang sangat sangat kompleks.

8 Cerita Hebat dari Beberapa Fotografer Hebat
Twiggy,1968. Sumber : Portofolio Richard Avedon

Richard merupakan fotografer fashion Amerika serta fotografer potret. Sebuah obituari di New York Times telah menglaim bahwa Richard membantu membuat standar untuk gaya fotografi, kecantikan, hingga budaya untuk Amerika.

 

#3. James Nachtwey

Fotografer yang menyaksikan segalanya, dari era 1998 di Indonesia hingga tragedi 911 di World Trade Center, Amerika. Fotografer yang berhasil mendokumentasikan semua tragedi adalah sang fotojurnalis, James Nachtwey. James Nachtwey memadukan seni serta bernarasi lewat foto-fotonya. “Saya adalah saksinya, dan gambar-gambar tersebut adalah testimoni saya. Kejadian yang telah saya ambil tak boleh terlupa dan tak boleh terjadi lagi,” paparnya di halaman depan situs portofolionya.

8 Cerita Hebat dari Beberapa Fotografer Hebat
Indonesia, 1998. Sumber : Portofolio James Nachtwey

James Nachtwey yang berani ini juga memotret peperangan. Di tahun 2003, ia pernah terluka karena serangan granat saat memotret di Baghdad. Saat ini ia telah benar-benar sembuh.

Ia mendapatkan penghargaan Overseas Press Club’s Robert Capa Gold Medal sebanyak lima kali serta World Press Photo sebanyak dua kali.

 

#4. Ami Vitale

Ami Vitale merupakan fotografer dari National Geographic. Ia sangat lihai dalam memotret binatang. Beberapa tugas potret untuk National Geographic-nya merupakan potret binatang. Ami lahir di tahun 1971, merupakan seorang fotojurnalis dan pembuat film dokumenter yang tinggal di Montana.

8 Cerita Hebat dari Beberapa Fotografer Hebat
Panda Love : The Secret Lives of Pandas. Sumber : Portofolio Ami Vitale

Tak hanya menjadi fotografer binatang, ia juga telah mengungkap lemahnya perdamaian di Sri Lanka.

 

#5. Chrisman Studios

Sobat adalah seorang fotografer pernikahan? Erin dan Ben Chrisman adalah fotografer pernikahan dari Amerika hingga seluruh dunia. Namun, yang membuat mereka unik adalah aspek-aspek yang mereka ambil, dari potret, candid, detilnya, warna, dan lainnya yang membuat foto-foto pernikahan tampak tak biasa. Lebih mirip seperti foto pernikahan dengan rasa film vintage.

8 Cerita Hebat dari Beberapa Fotografer Hebat
Karya Ben Chrisman. Sumber : Chrisman Studios Portofolio

Chrisman Studios merupakan sebuah kolektif dari empat fotografer dan satu videografer yang menyukai fotografi maupun film dan ingin membuat segalanya tampak berbeda dan lebih baik.

 

#6. Greg Constantine

Greg juga merupakan fotografer dengan ciri khas foto hitam-putih. Ia merupakan fotografer dokumenter yang fokus dalam fotografi hak kemanusiaan serta ketimpangan pada hukum. Ia mengawali karirnya dalam fotografi musik namun pindah haluan di 2002.

8 Cerita Hebat dari Beberapa Fotografer Hebat
Constantine bercerita bahwa perempuan dalam foto ini berasal dari komunitas Roma di Serbia yang tengah hamil. Namun, ia tidak bisa mendata empat anaknya, begitu juga dengan bayinya. Sumber : Portofolio Greg Constantine

Di tahun 2005, ia pindah ke Asia dan mulai mengerjakan proyek “Nowhere People” dimana ia mendokumentasikan krisis para pengungsi di semua belahan dunia; dari Bangladesh, Myanmar, Nepal, Malaysia, Sri Lanka, Kenya, Pantai Gading, Republik Dominika, Ukraina, Serbia, Italia, Belanda, Irak, Kuwait, dan Lebanon.

 

#7. Vivian Maier

8 Cerita Hebat dari Beberapa Fotografer Hebat
1954. New York. Sumber : Portofolio Vivian Maier

Vivian Maier (1 Februari 1926 – 21 April 2009) merupakan fotografer jalanan Amerika. Maier dikenal sebagai The Nanny Photographer karena pekerjaannya menjadi pengasuh anak selama empat puluh tahun seraya merangkap menjadi fotografer saat senggangnya. Ia memotret orang-orang, arsitektur, bangunan di Chicago, New York, Los Angeles. Ia juga bepergian keluar negeri untuk memotret.

 

Baca juga : Vivian Maier – The Nanny Photographer

 

#8. Hiroji Kubota

8 Cerita Hebat dari Beberapa Fotografer Hebat
USA. 1963. The South. Sumber : Portofolio Hiroji Kubota

Kubota merupakan salah satu fotografer yang tergabung dalam agensi fotografer Magnum, yakni agen fotografer yang sangat berprestasi dan terkenal, bernaung di New York, Paris, London, dan Tokyo. Kubota memaparkan bahwa ia menyukai hal-hal yang indah, dan ia ingin memotret sesuatu yang membuat orang-orang senang. Ia melihat memberi dan menerima foto sangatlah indah dan personal.

 

Baca juga : Hiroji Kubota- Fotografer Asia

 

Kubota adalah fotografer Jepang. Ia memelajari politik di Universitas Waseda. Karena pertemuannya dengan para fotografer Magnum René Burri, Elliott Erwitt, dan Burt Glinn, ia akhirnya memelajari jurnalisme dan politik internasional di University of Chicago, serta menjadi asisten untuk Erwitt dan Cornell Capa di tahun 1965.