• Home

Foto HDR Pemenang Kontes World Press 2012

Dunia Fotografi – Ada sesuatu yang berbeda pada dunia foto jurnalisme ketika pemenang kontes World Press Photo 2012 menggunakan teknik kamar gelap yang berbeda dibandingkan biasanya. Foto hebat dibawah ini adalah karya dari Paul Hansen, seorang fotografer dari Swedia. Foto ini menggambarkan Dua anak palestina yang terbunuh di Gaza oleh serangan misil Israel, dan mereka tengah dibopong menuju ke pemakaman. Foto yang mencengangkan! foto tersebut benar-benar memiliki sense cinematic, kenyataan dan drama melebur menjadi satu.
foto hdr
Photo by: Paul Hansen – World Press Photo 2012 Winner

Banyak orang beranggapan bahwa foto tersebut telah di-set sedemikian rupa, baik pencahayaan maupun komposisinya. Fotografer Paul Hansen menjelaskan teknik yang dia gunakan. Dia memotret menggunakan format “RAW’ dan Hanya dengan menggunakan satu frame, dia menggunakan alat bantu perangkat lunak dan memproduksi beberapa versi foto dengan beberapa variasi tonal, beberapa dengan kontras tinggi, kontras rendah. Variasi foto tersebut dikombinasikan sehingga foto memiliki range tonal yang lebih kaya dari format “RAW”. Teknik yang digunakan sering dikenal dengan High Dynamic Range atau foto HDR.

Mengenai tanggapan negatif pada foto tersebut, Hansen mengatakan bahwa foto tersebut bukanlah palsu atau dibuat-buat!”. Teknik HDR ini biasanya menggunakan lebih dari satu frame dari satu subyek yang sama, tetapi hebatnya Hansen hanya menggunakan satu frame dalam foto tersebut.

Santiago Lyon, Ketua juri kompetisi World Press yang juga sebagai direktur fotografer di Associated Press mengatakan bahwa teknik maupun post processing yang dilakukan Paul Hansen bisa diterima, kecuali jika proses yang dilakukan adalah merubah realita foto dengan cara menambah atau mengurangi elemen-elemen dalam foto mereka.

Kesimpulannya teknik-teknik post-produksi yang sedikit ekstrim seperti HDR, sekarang diperbolehkan dalam kompetisi foto jurnalisme. jadi siapa bilang fotografer dilarang menggunakan perangkat lunak editting gambar? menurut kami selama tidak merubah realita gambar yang ada.. kenapa tidak? We live in digital photography world.. 🙂

Sumber: guardian.co.uk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Discover

Sponsor

Latest

Tips dan Trik Mencari Fokus untuk Foto Landscape

Sobat mungkin sering banget saat jalan-jalan dan memotret untuk foto landscape – eh malah salah fokus alias sulit menemukan fokus untuk foto-foto sobat. Dari...

Nikon luncurkan kamera full-frame mirrorless dengan serentetan video keren. Akhirnya!

Dunia fotografi berkembang pesat, memang. Karena 2018 merupakan tahun dimana kamera ringan tanpa perlu membawa lensa besar yang berat, mirrorless, namun full frame; Nikon...

Tips Memilih Lokasi Pemotretan

Tips Fotografi - Ternyata memiliih lokasi pemotretan di luar ruangan tidak se-sederhana yang kita bayangkan. Sobat InFotografi sedikit banyak pasti ada yang pernah merasa...

Membuat Foto HDR – High Dynamic Range

Teknik Fotografi - Beberapa hari lalu salah satu Sobat InFotografi mengirimkan pesan via Facebook Page, dan meminta ulasan tentang seputar foto HDR. Apa Sih...

Kesalahan Yang Dilakukan Fotografer Pemula

  Fotografi Pemula - Orang pintar belajar dari kesalahan, dan Orang yang bijak belajar dari kesalahan orang lain. Artikel Infotografi kali ini akan mengulas tentang...