Fotografer Jay P. Morgan yang telah berkiprah di dunia fotografi selama 20 tahun dan telah memotret untuk pemotretan iklan seperti Century Fox, ABC Motion Picture, dan sebagainya; memberikan video 11 menit untuk memberitahu perbandingan dari Continuous Lighting vs Strobes, dengan mengujinya diluar maupun di dalam ruangan. Jadi, sobat tak perlu bingung lagi untuk memilih pencahayaan mana yang bisa sobat pakai.

Sebelum itu, apakah itu continuous lighting? Continuous lighting, bisa berarti pilihan cahaya tungsten, LED, atau apapun yang merupakan sumber cahaya yang terus-terusan menyala setelah sobat nyalakan sekali.

Continuous Lighting vs Strobes
Continuous Light. Sumber : PetaPixel

 

Baca juga : Kamera untuk Para Street Photographer : Fujifilm GFX 50R dengan Sensor Format Medium! 

 

Lalu, apakah itu strobes? Strobes merupakan alat yang memberikan flash yang sudah tersinkronisasi dengan kamera sobat. Biasanya, orang-orang menggunakan strobes kecil, yakni speed light yang akan sobat taruh di kamera. Terdapat sebuah sistem pack dan head. Untuk yang pack ini memberikan power, sedangkan headnya akan memberikan flash. Lalu ada mono-blocks, yakni adalah sebuah kombinasi power pack dan head dalam satu alat yang butuh baterai lithium-ion.

Continuous Lighting vs Strobes
Strobes. Sumber : PetaPixel

 

Pro

Nah, sekarang, mari kita bahas pro dari kedua pencahayaan ini. Pertama, apakah bagusnya dari Continuous light? Dengan light yang terus menyala, sobat akan terus melihat cahaya sobat kemanapun sobat bergerak. Dengan begini, lebih mudah untuk diatur kan? Bahkan dengan Continuous Light, sobat bisa menghasilkan cahaya beauty dish.

 

Tak hanya itu, Continuous lighting dengan memberikan rasa “cinematic” ke dalam video maupun gambar sobat. Continuous light memberikan fleksibilitas untuk sobat untuk menggunakan satu cahaya dan memudahkan sobat untuk menangkap gerakan-gerakan untuk potret sobat. Contohnya, jika sobat memiliki model yang menggunakan dress sangat indah dan sobat ingin memotret ala-ala gerakan blur gitu, pas banget dengan continuous light tuh. Oh ya, belum lagi dengan harganya yang murah, continuous light ini pas banget buat kalian yang ingin memelajari cahaya dalam fotografi lebih dalam.

 

Baca juga : Selayang Pandang tentang Photokina 2018, Pameran Fotografi Terbesar di Dunia 

 

Yang kedua, mari kita membahas pro dari strobes. Nggak perlu lagi ketakutan jika gambar sobat bakalan blur, deh. Strobes sangatlah cepat, jadi dapat memotret secara langsung. Misalnya ini nih, kayak memotret penari di bawah ini. Tak hanya terlihat bagus, lihat dressnya sangat bagus dan tajam, kan?

Continuous Lighting vs Strobes
Sumber : PetaPixel

Dibandingkan dengan continuous light, strobes bisa memberikan power yang lebih daripada matahari jika sobat menggunakannya dengan pas, loh.

 

Baca juga : Tips dan Seluk Beluk High-Speed Sync 

 

Walaupun ruangan dimana sobat memotret di dalam ruangan yang penuh dengan cahaya luar, sobat bisa mengaturnya dengan menjadi ruangan yang gelap dan memberikan potret yang “moody”. Sobat bisa mengurangi cahaya luar dengan shutter speed tinggi dan strobe yang terang. Metode ini disebut dengan black boxing. Tak hanya itu, karena strobe hanya menggunakan baterai lithium sekarang, jadi baterai untuk strobe ini mudah dicari dan sangatlah murah. Yah, dibandingkan dengan cahaya LED dimana sobat harus beli baterai dan cahayanya sendiri dan mengocek saku lebih dari $1000.

 

Oh ya, dengan strobes sebagai sumber cahaya, sobat nggak perlu meningkatkan ISO sampai berapapun deh. Jadi, sobat bisa mendapatkan gambar yang tidak terlalu grainy, deh.

 

Kontra

Nah, sekarang kita akan membahas apakah kelemahan Continuous Light. Karena continuous light terus memberikan cahaya yang berkelanjutan, sobat harus menggunakan ISO yang tinggi saat memotret. Apalagi dengan menggunakan cahaya konstan di luar seperti matahari – waduh.

Continuous Lighting vs Strobes
Sumber : PetaPixel

Karena sobat memiliki sumber cahaya yang memiliki power yang sangat lemah, jadi sobat harus menggunakan shutter speed rendah. Ketika model sobat bergerak sedikit, bisa-bisa jadi blur deh foto sobat.

 

Di sisi lain, strobe lights juga memiliki kelemahan. Sobat harus berkali-kali mengetes pencahayaan agar sobat bisa mengerti bagaimana strobes sobat tampak di hasil foto sobat. Tentu saja sobat harus terus mencoba sampai sobat menemukan cahaya yang pas. Yup, sobat harus belajar sebanyak mungkin, nih.

 

Tak hanya itu, strobes butuh alat sinkronisasi, kecuali strobes merk Baja. Strobes juga tidak bisa tersinkronasi diatas 1/200 kecuali jika sobat menggunakan high-speed sync.

 

Demonstrasi

Continuous Lighting vs Strobes
Sumber : PetaPixel

Setelah sobat mengerti perbedaan serta pro dan kontranya, mari kita melihat beberapa tes dari keduanya. Kita akan menggunakan strobes Dynalite Baja B6.

 

Tes Studio

Continuous Lighting vs Strobes
Sumber : PetaPixel

 

Tes Cahaya luar

Continuous Lighting vs Strobes
Sumber : PetaPixel

 

Backlit kasar

Continuous Lighting vs Strobes
Sumber : PetaPixel

 

In other words, kalian perlu memelajari keduanya. Untuk strobe lights, bakalan pas banget untuk wedding dan event-event lainnya. Kalau sobat lebih prefer videografi dan stills, sobat bisa menggunakan cahaya konstan agar lebih fleksibel. Ingat, cahaya yang bagus merupakan cahaya yang bagus jika kamu mampu menggunakannya. Selamat mencoba!