Tips Memotret Makanan

Suka memotret makanan? Sebenarnya, memotret makanan juga ada tips dan triknya loh. Inilah tips memotret makanan, kuncinya satu : pencahayaan!

Sumber : Jaleo En La Cocina

Kunci dari permainan cahayanya adalah untuk melihat intensitas cahaya. Jadi, apakah cahaya terlalu terang ataupun terlalu halus saat menerangi makanan. Berikut adalah beberapa cara untuk beradaptasi dengan cahaya :

  1. Ambillah foto dengan cahaya matahari. Lebih baik gunakan cahaya matahari daripada menggunakan lampu ataupun flash biar lebih cantik.
  2. Berkelilinglah untuk mencari sumber cahaya. Sama seperti cara untuk memotret model di fotografi potrait, berkelilinglah hingga menemukan cahaya maupun angle yang pas. Jangan takut untuk memotret di tempat lain!
  3. Pindahkan piring untuk menemukan angle. Sama seperti nomor dua dan artikel terkait, berkelilinglah hingga menemukan angle yang tepat. Tapi, karena ini makanan, tinggal pindah-pindahkan saja piringnya!  Kamu bisa mencoba memotret dari berbagai angle. Ada beberapa makanan yang terlihat bagus jika difoto dari atas, seperti pizza; atau dari samping, seperti burger; atau dari sudut 45 derajat, seperti minuman.
  4. Perhatikan sekitar. Kalau ada sendok, tisu, ataupun latar belakang terlalu ramai yang nggak pas sama foto, jauhkan saja. Fokuslah sama sesuatu yang paling penting, tapi jangan terlalu di zoom ya.
Shooting setup untuk fotografi makanan. Sumber : Gimme Some Oven

Nah, dalam memotret selalu saja ada masalah. Berikut ini adalah beberapa masalah yang selalu muncul ketika kamu memotret.

  1. Foto kamu jadi blur. Blur biasanya terjadi karena getaran kamera. Solusinya pakailah tripod dan kamu bebas pakai shutter speed yang cepat untuk membuka aperture kamu dengan cahaya yang lebih terang. Kamu juga bisa bebas meningkatkan ISO untuk menurunkan intensitas cahaya (terlalu banyak cahaya bisa mengurangi kualitas gambar, loh)
  2. Warna jangan terlalu berlebihan. Ketika kamu mengedit foto kamu, jika piring kamu terlihat terlalu biru, kuning, pink ataupun hijau, berikan sedikit sentuhan dengan white balance. Warna akan terlihat lebih hidup. Maka dari itu gunakan format RAW untuk mengatur warna yang lebih mudah.
  3. Ingat, foto kamu tidak langsung terlihat “wow” seperti fotografer profesional. Para fotografer makanan profesional pasti sudah memiliki lensa yang lebih menunjukkan depth of field hingga highlight dari subjek foto. Lalu mereka punya software yang bisa diubah kontrasnya, ketajaman gambar dan sebagainya.

Ingat, selalu berlatih! Dengan begitu, fotomu juga akan lebih bagus. Kamu suka memotret makanan? Kirim hasil karyamu dengan kontak kami ya – kita tunggu!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here