Tips Memotret di Konser

Di konser, biasanya kamu tidak diperbolehkan membawa kamera profesional. Tapi, lain cerita lagi kalau kamu dapat pass untuk memotret konser dari awal hingga selesai, dari depan panggung, belakang layar, hingga dari sisi para penonton – dan berita bagusnya, kamu boleh membawa kamera profesional kesayangan kamu. Nah, kalau ini adalah pengalaman pertama sobat untuk memotret di konser teman ataupun dapat media pass, atau masih ingin mengetahui lebih jauh – you come in the right place. Yuk, simak tips memotret di konser!

Tips Memotret di Konser
Kamu nggak akan pernah tahu momen langka apa yang kamu dapatkan. Misal nih, Madeon, yang malah terkesima sama efek kembang api di konsernya sendiri. Sumber : Jasmine Safaeian

Memotret di konser memang menyenangkan. Kamu bisa melihat artis dari dekat, mendengarkan lagu selagi bekerja, dan menikmati tiap menitnya. Tapi, memotret di konser bisa jadi tantangan tersendiri karena kamu harus memotret dalam keadaan sedikit cahaya, apalagi biasanya konser melarang sobat untuk menggunakan flash.

 

Gunakanlah lensa yang cepat

Tips yang sangat penting adalah sobat harus menggunakan lensa yang cepat. Selain menangkap gambar dengan cepat, lensa cepat juga bekerja dengan bagus dalam pencahayaan yang kurang. Lensa cepat ini memiliki kapasitas apertur yang maksimal dan memudahkan cahaya lebih banyak untuk masuk ke dalam sensor. Ingat, saat nomer f lebih kecil, seperti f1.4, lebih besar aperturenya.

Tips Memotret di Konser
Hiroaki Kato di acara Nihon Matsuri Surabaya, Januari 2018. Sumber : dok. A Little Life Photography (Aya Prita). (menggunakan lensa 50mm)

Memang sih, untuk para pemula, kamu agak keberatan untuk membeli lensa-lensa ini karena biasanya harganya agak mahal. Tapi, kamu juga bisa mulai dari lensa fix 50mm. Lensa ini punya aperture hingga f1.8, namun tidak memiliki kapasitas zooming kayak lensa biasanya (itu sebabnya dinamakan lensa fix). Serius loh, lensa ini membantu banget untuk sobat karena ukuran lensanya yang nggak menyulitkan kamu dan bergerak dengan leluasa. Dengan 50mm, kamu udah siap untuk beraksi, kok.

 

Gunakan Mode Manual Exposure 

Karena memotret konser sangatlah menantang dengan adanya pencahayaan yang dramatis dan berganti-ganti. Memang sih, bagi penonton, pencahayaan dramatis itu bikin mereka terpukau, tapi bagi sobat yang fotografer? Sulit! Nah, karena kamu harus benar-benar memiliki kontrol penuh untuk exposure kamu, sebaiknya, kamu gunakan mode manual saja. Dengan begitu, kamu bisa mengatur cahayanya sendiri dan kamu nggak bakalan kaget kalau tiba-tiba cahayanya lebih terang atau tiba-tiba gelap. Lucu juga kan kalau kamu pakai mode otomatis, cahayanya tiba-tiba lebih terang padahal sang gitarisnya lagi beraksi super ekstra dan kameramu lagi bingung ngatur pencahayaannya sendiri? Bisa-bisa kelewatan deh!

Tips Memotret di Konser
Haruka Nakagawa, ex JKT48 di acara Nihon Matsuri Surabaya, Januari 2018. Sumber : dok. A Little Life Photography (Aya Prita). (menggunakan lensa 50mm)

 

Aperture

Ingat, selalu setting kameramu dalam keadaan terbuka lebar. Gunakan aperture terendah agar cahaya yang masuk ke kamera lebih banyak. Disarankan untuk menggunakan apertur dari f1.4, f1.8, atau f.28. Inilah sebabnya kamu benar-benar butuh lensa cepat untuk fotografi konser.

 

Shutter Speed

Tips Memotret di Konser
Porter Robinson dengan meja berisi tombol-tombol ajaibnya. Sumber : Jasmine Safaeian

Coba tetap untuk menggunakan shutter speed 1/250 atau lebih cepat. Kalau dibawah itu, biasanya sobat akan menghasilkan gambar yang blur. Kecuali, kalau kamu memotret dengan DJ atau artis yang tidak terlalu aktif, kamu bisa memotret dibawah 1/250. Kalau kamu memotret band-band yang sangat aktif dan energik, gunakanlah 1/250 dan lebih tinggi agar bisa mendapatkan aksi sang artis.

 

ISO

Tips Memotret di Konser
Duo sahabat yang rela bertemu mengarungi benua, Madeon dan Porter Robinson, mengajak penonton masuk ke dalam dunia mereka dalam once in a lifetime project mereka, Shelter. Sumber : Jasmine Safaeian

ISO merupakan sensitivitas kamera kamu terhadap cahaya. Kalau sobat mengatur ISO ke rendah, sensitivitas kamera kamu akan lebih rendah terhadap cahaya. Kebalikannya, jika sobat mengatur ke ISO tinggi, sensitivitas kamera kamu akan meningkat pada cahaya. Nah, untuk konser, disarankan untuk mengatur ISO kamu ke setting tertinggi agar sensor kamera kamu merespon cahaya dengan cepat. Kamu bisa memulai dari ISO 1600.

Ingat, saat kamu mengatur ISO kamu ke lebih tinggi, grain atau noise tidak bisa dihindarkan. Maka dari itu peran editing sangat penting di sini.

 

Cari tahu lokasinya

Tips Memotret di Konser
Duo elektronik asal Australia, Flight Facilities mempersilahkan Owl Eyes untuk menguasai panggung, wow. Sumber : Jasmine Safaeian.

Ada baiknya untuk mencari tahu lokasi konser yang akan kamu liput sebelum berperang. Atau, kamu bisa datang saat soundcheck untuk memelajari lighting yang akan dipakai sang artis.

Nah, sudah siap memotret? Kalau kamu suka memotret konser musik, kirimkan saja foto sobat pada kami – don’t be hesitate!

 

Baca juga :