Tips Fotografi Macro

Fotografi Macro – Definisi riil dari fotografi makro adalah bagaimana mengambil foto obyek dengan ukuran yang sebenarnya atau bahkan lebih besar, namun sepertinya para produsen kamera memberikan definisi yang sedikit lebih longgar, dan cenderung mengarah ke fotografi close-up. Hampir semua kamera compact maupun superzoom memiliki fitur atau mode macro yang memungkinkan Sobat untuk fokus lebih dekat kepada obyek foto kalian. Sobat mampu untuk mengeksplorasi obyek lebih detil dibandingkan hanya dengan mata manusia biasa. Beberapa kamera memiliki Dua atau lebih mode macro, jadi pastikan mencoba keduanya guna menemukan seberapa dekat setiap mode bisa digunakan.

 

loaded bug on a hostaPhoto: Karen Sandoval

Peralatan: Pada kamera DSLR biasanya memerlukan lensa macro untuk mengambil gambar dengan ukuran 1:1, tetapi banyak lensa – lensa standar yang bisa mendapatkan fokus sangat dekat kepada obyek. Lensa yang beredar saat ini bahkan banyak yang mampu untuk fokus ke obyek hanya dengan jarak fokus 15cm. Lensa macro yang memungkinkan Sobat untuk memotret obyek dengan ukuran 1:1 berharga relatif mahal, jadi tidak ada salahnya kan Sobat bereksperimen untuk memaksimalkan kemampuan kamera kalian 🙂

Sobat bisa memotret obyek apapun untuk fotografi makro, tetapi obyek bunga dan serangga mampu menyajikan foto yang menarik. Satu tantangan dalam fotografi makro adalah bagaimana menjaga kamera, subyek agar tidak bergerak. Sedikit saja pergerakan kamera maupun obyek akan terekam dalam kamera kalian. Tripod merupakan perangkat fotografi yang bisa dikatakan mutlak diperlukan guna menghindari gerakan kamera. Sobat juga bisa menggunakan self-timer guna meminimalkan goyangan kamera ketika tanggan Sobat menekan tombol shutter. Gunakan mode shutter priority jika kamera Sobat memiliki mode tersebut. Gunakan shutter speed yang tercepat yang bisa kalian gunakan.

Tips: Pastikan obyek dalam keadaan diam tak bergerak. Tunggu sampai tidak ada angin berhembus jika Sobat memotret bunga, atau coba pindahkan obyek ke dalam ruangan :D. Jika Sobat tertarik memotret serangga, perhatikan dimana titik serangga tersebut biasa hinggap. Sobat mungkin akan sedikit menunggu sebelum subyek incaran kalian masuk kedalam frame. Percayalah.. kesaran Sobat Infotografi akan terbayar 🙂

Jangan pernah takut untuk menggunakan flash! Karena ketika camera terlalu dekat dengan obyek seringkali kalian akan kekurangan cahaya, dan Flash merupakan jawaban dari masalah ini. Coba tambahkan aksesoris semacam plastik berwarna buram ketika cahaya flash kalian terasa terlalu besar. Plastik tersebut bisa berfungsi sebagai diffuser. Sobat InFotografi juga bisa bereksperimen dengan angle serta ketinggian yang berbeda. Sebagai contoh: tempatkan kamera di atas tanah, dengan moncong lensa menghadap ke atas untuk mendapatkan prespektif yang berbeda. 🙂

Selamat Mencoba.. jangan lupa share hasil foto kalian di facebook page InFotografi..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here