Menggunakan EXIF Data

Fotografi Pemula – Keberadaan website InFotografi ini memang berusaha sebisa mungkin menyajikan artikel-artikel yang ‘jauh’ dari bahasa teknis agar bisa dengan mudah dipahami oleh Sobat yang sedang memulai dunia fotografi-nya. Melihat dari tujuan tersebut, kali ini kami akan mengulas satu pokok bahasan yang sepertinya tidak semua fotografer pemula familiar dengan hal ini. Pokok bahasan tersebut adalah mengenal EXIF data, memang sebenarnya bukan sebuah pokok bahasan yang kompleks, tetapi akan sangat berguna.

menggunakan exif data

EXIF merupakan kependekan dari data ‘Exchangeable Image File‘, dan EXIF berisi informasi pada sebuah gambar atau  foto yang diberikan oleh kamera digital. EXIF akan berisi informasi ketika memotret gambar dalam format JPEG (atau TIFF). Hampir semua produsen kamera digital telah mendukung fitur EXIF dan meski Sobat mengerti atau tidak seluk beluk kamera, mereka akan tetap merekam informasi tersebut bersamaan dengan hasil foto kalian.

Cara terbaik untuk membicarakan hal ini mungkin hanya dengan menunjukkan EXIF data yang ada dalam sebuah gambar dibawah ini.
EXIF data yang terkait dalam foto diatas, bisa dilihat dengan beberapa cara:
1. Cara yang pertama untuk melihat EXIF data adalah pada saat memory card masih berada di dalam kamera digital, pada Canon DSLR bisa Sobat lakukan dengan menekan tombol ‘info’ pada saat mode Preview. Anda akan dihadapkan dengan informasi tentang Shutter Speed, Aperture, tanggal dan waktu pemotretan dan lain-lain
2. Cara lain untuk melihat EXIF data adalah dengan melakukan klik kanan pada file foto atau gambar dan klik tombol ‘properties‘, jika Sobat menggunakan Windows XP maka akan muncul seperti ini.
3. Cara terakhir untuk melihat EXIF data adalah dengan menggunakan editing software atau perangkat lunak editing. Untuk contoh ini InFotografi menggunakan Adobe Photoshop Lightroom 3.3, jadi pada softwarei ini pada sidebar sebelah kanan pilih kolom Metadata, dan kemudian pilihlah EXIF, maka dengan otomatis akan menampilkan informasi-informasi seperti gambar dibawah ini:
Sekarang Sobat bisa melihat beberapa informasi tentang foto tersebut, termasuk kamera apa yang digunakan, resolusi, waktu dan tanggal pemotretan, Shutter Speed, ISO, Aperture dan bahkan dibagian bawah ada informasi Focal Lenght yang digunakan (50mm). Harap diingat bahwa, kemungkinan dengan kamera berbeda atau perangkat lunak yang berbeda akan menampilkan detail informasi yang berbeda juga (biasanya kamera keluaran lama akan berisi informasi yang lebih sedikit), tetapi pada dasarnya semua akan menampilkan informasi dasar.

EXIF data akan sangat berguna dalam beberapa tujuan, tetapi yang utama adalah memudahkan fotografer untuk membandingkan hasil foto dan mencari tahu apa yang benar dan salah dalam hasil foto tersebut. Sebagai contoh ketika melihat foto diatas lagi dan berpikir ‘Ohh, seharusnya Saya menggunakan Depth of Field yang lebih lebar agar wajah terfokus merata’. Berpikir demikian lalu Saya bisa melihat Apertura yang digunakan saat memotret adalah f/2, jadi lain kali jika Saya menginginkan Depth of Field yang lebih lebar, saya setidaknya menggunakan aperture yang lebih kecil (f/2.8 atau f/3.5).

Menggunakan EXIF data mungkin bukan suatu hal yang akan Sobat lakukan pada setiap hasil foto kalian, tetapi hal ini akan sangat berguna jika Sobat dalam posisi baru mulai memasuki dunia fotografi digital dan ingin terus meningkatkan teknik fotografi kalian.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here