Mengenal Lensa Lebih Dekat

Mengenal Lensa – Seperti yang Kita semua tahu bahwa sebuah body kamera memiliki kendali atau kontrol terhadap semua pengaturan fitur fotografi termasuk pada lensa yang telah Sobat pasang.

Sebuah lensa kamera terbuat dari sekumpulan lensa atau optik yang bekerja bersama untuk mendapatkan fokus cahaya, sehingga lensa memungkinkan kalian mampu untuk mengontrol image yang ingin kalian rekam. Kata “Lensa” jika ditilik dari bahasa, berasal dari Latin “Lentil”.

Harap diingat bahwa Sobat menulis atau melukis dengan cahaya ketika menciptakan sebuah foto dan Lensa kalian adalah tools untuk melakukannya. Ibaratnya adalah seperti kuas bagi seorang pelukis. Sebuah lensa mememiliki beberapa kontrol poin:

1. Fokus: poin ini memungkinkan kita untuk fokus pada bagian subyek yang Anda ingin perlihatkan pada penikmat foto.

2. Focal Length: pada dasarnya poin ini erat kaitannya dengan jarak (biasanya diukur dengan satuan milimeter atau mm) dari titik utama belakang ke titik fokus gambar yang Anda inginkan pada sensor kamera. Jika sobat memiliki sebuah lensa zoom, cobalah putar pengaturan focal length dan Kalian bisa lihat dampaknya.

Focal length menginformasikan pada Kalian tentang lebar sempitnya view melalui lensa, tentunya juga tergantun pada ukuran sensor kamera kalian.

jadi jika Sobat memiliki kemera dengan sensor “full frame” dimana ukuran sensor sama dengan ukuran film 35mm, maka focal length “normal” kurang lebih adalah 50mm, sebuah lensa wide akan melakukan kurang dari itu, bisa jadi 35mm atau kurang, dan lensa tele tentunya akan lebih dari 50mm: seperti 100mm atau 200mm.

3. Aperture: sederhananya secara bahasa adalah bukaan atau lubang. Pada lensa terdapat bukaan atau lubang yang bisa kita atur, kalo pada mata kita adalah “iris” atau selaput pelangi. Ketika Sobat mendapatkan cahaya terang, tentu iris kita akan mengecil, dan sebaliknya membesar jika dalam cahaya redup agar cahaya yang masuk pada mata lebih banyak. Ukuran bukaan atau lubang pada lensa disebut dengan “Aperture”.

sudah pernah dengar kan Sobat tentang Aperture? 🙂 Semakin besar bilangan akan semakin kecil lubang dan semakin kecil bilangan akan semakin besar ukuran lubang lensa. Hal ini disebut dengan fraction atau, dan pecahan ini dilambangkan dengan f. mungkin banyak dari Sobat InFotografi yang juga menyebutnya sebagai f-stops.

4. Manual Fokus: Kontrol lain pada lensa yang bisa Sobat dapatkan adalah kendali pada MF (Manual Focus) atau AF (Auto Focus), dan jika Sobat ingin kendali penuh pada lensa maka gunakan Manual Focus

5. Focus Magnification: Kamera saat ini kebanyakan memiliki tombol atau fungsi pembesaran fokus dari 5x atau 10x. Fitur ini bisa sangat membantu ketika menggunakan Depth of Field sempit seperti 2.8. Sebagai catatan saat memotret portrait orang atau hewan, biasakan untuk mengambil titik fokus pada mata. Kenapa? Mata adalah poin terkuat bagi penikmat foto kalian, tentunya Sobat ingin adanya koneksi antara penikmat foto dengan subyek foto kalian bukan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here