Memotret Low Light Tanpa Flash

Tips Fotografi – Fotografi akan terasa mudah jika terdapat cukup cahaya dan kondisi yang ideal, tetapi seperti yang banyak kita bahas sebelumnya bahwa kondisi pencahayaan dalam fotografi digtial tidak selalu seperti yang kita harapkan. Dalam dunia fotografi digital kita bekerja dengan cahaya, sama seperti kita bekerja dengan orang lain, tentu suatu saat akan mengecewakan bukan?
Little Low-Light Monsters (D800 @ ISO 25,600)

Seorang sobat InFotografi pernah bertanya tentang bagaimana dia bisa memotret acara pernikahan temannya, tetapi dia tidak diperbolehkan menggunakan flash. Alasannya sederhana, cahaya flash menurut mereka akan mengurangi khidmadnya upacara pengucapan ijab kabul atau sumpah. Pada intinya dia mempertanyakan bagaimana menghasilkan foto yang bagus tanpa menggunakan flash pada kondisi rendah cahaya atau low-light. Menurut kami itu adalah pertanyaan yang bagus sekali, dan tentu semuanya mungkin dalam dunia fotografi digital, tetapi tentu saja pasti ada faktor keuntungan dan kerugian dalam menerapkan sebuah teknik bukan? Mari kita bahas lewat artikel ini!

 

Flash merupakan solusi terbaik pada fotografi low-light, tetapi masalahnya tidak semua situasi memungkinkan untuk penggunaan flash. Tidak hanya akan mengganggu konsentrasi jalannya acara, tetapi juga flash akan mengakibatkan hasil foto kalian terasa datar atau flat. Hal tersebut kemungkinan besar terjadi jika Sobat menggunakan flash built-in bawaan dari kamera digital. Flash built-in (flash pada umumnya) berarti memberikan pencahayaan pada subyek dari arah depan.

Hal tersebut tentu bisa dihindari dengan beberapa cara, tergantung dari subyek serta bagaimana karakter cahaya. Pelajari bagaimana melihat jatuhnya cahaya di sekitar, sehingga Sobat bisa mengerti apakah penggunaan flash bisa bekerja dengan baik atau tidak. Caya yang baik untuk menghadapi masalah pencahayaan rendah atau low-light adalah dengan menggunakan pengaturan ISO tinggi. ISO adalah tingkat kesensitifan sensor terhadap cahaya.

Kekhawatiran ketika menggunakan ISO tinggi adalah NOISE, jika kalian merasa pengaturan ISO sudah sempurna tetapi belum tentu sempurna untuk noise yang akan diakibatkannya. Dalam era fotografi digital Sobat bisa mengurangi tingkat NOISE yang ada pada sebuah foto dengan menggunakan perangkat lunak. Saat ini terdapat Dua software menurut kami yang bagus untuk Noise Reduction, yaitu: “Noise Ninja” atau “Neat Image”. Jika Sobat tidak menaikkan pengaturan ISO serta tidak memiliki tripod, maka kemungkinan besar kalian akan menghadapi masalah ‘camera shake’. Cobalah untuk menaikkan ISO, dan kalian akan mengerti kenapa NOISE itu lebih baik daripada ‘camera shake’. Dalam dunia fotografi digital NOISE akan selalu menjadi satu hal yang perlu dipertimbangkan.

 

Salah satu keuntungan kita dalam era fotografi digital adalah, ISO tinggi memudahkan kita memotret pada kondisi rendah cahaya. Pada era fotografi film, kalian harus mengganti rol film yang memiliki ISO atau ASA yang lebih tinggi, benar-benar mempermudah kita bukan? Ini merupakan keuntungan yang bisa kita manfaatkan sebagai seorang fotografer digital.


Contoh yang lain adalah ketika kita memotret di dalam ruangan, seperti sebuah pidato sambutan, atau konser musik klasik. Flash kemungkinan besar tidak akan diperbolehkan pada situasi seperti ini, jadi bagaimana kita mengatasinya? Rubah ISO kalian ke pengaturan yang lebih tinggi, jika kalian menggunakan “Auto ISO” pada kamera digital kalian, maka kamera akan mendeteksi penggunaan ISO tinggi yang diperlukan. Sobat tentu bisa mengatur ISO secara manual, bertambahnya tingkat sensitifitas terhadap cahaya akan memperbesar peluang untuk mendapatkan exposure yang pas untuk kondisi rendah cahaya. Sobat bisa memutuskan untuk lebih meninggikan pengaturan ISO dan memilih shutter speed lebih cepat, jika masih mengalami camera shake serta tidak memiliki Tripod.


Cara lain yang bisa dilakukan pada kondisi rendah cahaya adalah dengan menggunakan Lensa Cepat (Fast-Lens), tetapi tentu akan menguras kantong seorang fotografer pemula bukan? Berikut ini merupakan Tips yang bisa Sobat lakukan jika tidak memiliki Fast-lens, Tripod serta larangan penggunaan flash:
  1. Tinggikan ISO seperlunya.
  2. Memotret menggunakan Format RAW
  3. Gunakan Aperture Priority dengan f-stop paling rendah, fash-lens biasanya memiliki f-stop terendah f1/8 atau bisa lebih rendah lagi.
  4. Jika hal diatas masih menghasilkan shutter speed yang terlalu rendah untuk dipegang, maka kalian bisa menurunkan exposure compensation sebanyak satu stop, itu akan meningkatkan shutter, dan kemudian rubah expsosurenya di post-produksi (gunakan format RAW).
  5. Sobat bisa menggunakan software Noise Reduction, untuk mengurangi grain serta noise.

 

Seperti yang dituliskan diatas, bahwa ‘Fast-Lens’ akan terasa sangat mahal bagi ukuran fotografer pemula, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba menggunakan lensa prime seperti Canon 50mm f1.8 atau Nikon 50mm f1.8. Cobalah dan rasakan bedanya. Bedanya mungkin ada pada zooming, untuk itu gunakan kaki kalian sebagai pengganti Zooming. Happy Low-Lighting!

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here