Lensa Yang Pas Untuk Fotografi Portrait

Pemilihan lensa yang pas untuk fotografi portrait sama pentingnya dengan pemilihan body kamera DSLR! Lensa juga menjadi komponen penting di dalam tas kamera kalian. Satu lensa berkualitas lebih baik dibandingkan Dua atau Tiga lensa dengan kualitas standart. Sobat mungkin sudah mendalami tentang lensa, dan InFotografi juga sudah mengulas berulang kali tentang penting nya lensa, tapi jika Sobat masih belum paham sepenuhnya tentang lensa, maka setelah Sobat memotret banyak sekali foto portrait, bisa dipastikan Kalian akan menyadari bahwa lensa merupakan komponen yang sangat penting untuk menciptakan foto portrait yang hebat.

Lensa Prime atau fix. Lensa fix memiliki focal length yang tetap, biasanya antara 10mm sampai 500mm (dan diatasnya). Lensa fix memiliki performa yang tinggi dengan harga yang relatif mahal. Lensa ini selalu menawarkan performa yang luar biasa dan biasanya dibangun dengan material optik terbaik. CObalah! dan Sobat akan merasakan bagaiman lensa ini mengasilkan foto portrait yang terang, detil dan akurat. Jarang sekali Sobat akan menemukan Vignete pada hasil – hasil foto yang menggunakan lensa ini.

Lensa prime yang bagus menawarkan aperture lebar. Hal ini jadi hal yang bagus mengingat akan lebih banyak cahaya yang dimasuk ke dalam lensa, dan akan memudahkan Sobat untuk menciptakan foto bokeh yang dramatis. Jika memungkinkan, cobalah untuk menggunakan lensa prime dengan focal length 50mm, 85mm, 105mm dan 135mm! Lensa – lensa ini telah terbukti menghasilkan foto portrait yang hebat.

Lensa Zoom. Lensa ini menawarkan beragam focal length, dan tentunya akan lebih nyaman saat memotret karena Kalian akan memiliki banyak pilihan focal length. Ketika Sobat sudah dalam posisi memotret, Sobat hanya tinggal mengganti focal length untuk merubah frame tanpa perlu berpindah tempat atau menggeser kamera. Untuk fotografi portrait, gunakan lensa zoom 70-200mm atau 80-200mm. Penggunaan pada Focal Length 105mm dan 135mm biasanya akan menghasilkan foto yang tajam. Satu hal yang perlu diingat adalah: semakin tinggi focal length maka sedikit saja gerakan akan menghasilkan foto blur. Anda mungkin akan membutuhkan tripod saat memotret.

Untuk mengatasi blur, Para produsen lensa biasanya telah memfasilitasi lensa dengan fitur vibration reduction (VR) atau image stabilization (IS). Fitur ini sangat membantu kalian saat memotret dengan Focal Length tinggi, tetapi tentunya akan menjadikan harga lensa lebih mahal. Jika Sobat bisa membelinya maka tidak ada salahnya berinvestasi pada fitur ini. Jika lensa kalian tidak memiliki VR maka cukup menggunakan Tripod. Sobat akan merasakan bagaimana perbedaan foto foto menggunakan tripod dan yang tidak.

Lensa Wide. Lensa ini bagus untuk memotret orang dengan framing yang lebar, seperti memotret pernikahan. Tipikal focal length pada lensa ini adalah 24-70mm atau 17-55mm. Ketika menggunakan focal length ini usahakan subyek berada dekat dengan bagian tengah frame guna meminimalkan efek distorsi pada wajah dan badan mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here