Hasselblad X1D : Rasakan Memotret dengan 50 MP!

Sobat sudah tahu Hasselblad? Memang Hasselblad masih sangat asing di Indonesia. Hasselblad ini adalah kamera yang lagi ramai banget digunakan oleh mereka-mereka yang hobi fotografi di luar negeri sana, seperti YouTuber ataupun para Instagramer. Kamera buatan Swedia ini lagi naik daun setelah mereka mengeluarkan kamera mirrorless X1D. Tak hnaya itu, kamera Hasselblad dibuat secara manual alias handmade! Hasselblad X1D : Rasakan Memotret dengan 50 MP! Yuk, kita pelajari kamera ini lebih jauh!

Pembuatan kamera Hasselblad secara handmade. Sumber : The Verge

Sebelum kita mengetahui lebih jauh, ada baiknya mengetahui kamera berformat medium. Kamera berformat medium merupakan kamera film. Hasselblad ini sebenarnya sudah dari dulu sejak sang pendiri, Victor Hasselblad, membuat kamera berformat medium secara manual dengan tangan di 76 tahun yang lalu. Kamera Hasselblad ini menjadi kamera pertama yang dibawa para astronot untuk Apollo 11 saat mereka sedang menjalankan misi ke bulan. Tak hanya menjadi kamera pertama yang mengabadikan manusia pertama yang mendarat di bulan, tapi juga foto legendaris The Beatles yang menyebrang di Abbey Road. Lalu, saat itu, kamera juga harus berpindah dari film menjadi format digital. Tapi juga tidak menghalangi Hasselbad, transisi itu sangatlah cepat. Mereka masih mengusung format medium namun juga meluncurkannya dengan format digital. Jumlah peminat gambar digital meningkat karena banyak fotografer lebih memilih digital walaupun ini juga berarti mengikhlaskan kualitas gambar.

Pabrik Hasselblad di Gothenburg, Swedia. Sumber : The Verge

Kini, Hasselblad naik daun lagi setelah kamera X1D dengan buatan tangan rilis. Kamera ini memiliki handle plastik dan housing aluminium yang membuat kamera X1D seberat 725g, sangat ringan dibandingkan kamera berformat medium. Karena ada housing aluminium tersebut, ini akan memudahkan kalian untuk merekam video beresolusi 50MP yang biasanya bakalan membuat kamera panas. Hasselblad menggaet Nittoh, manufacturer asal Jepang, untuk merakit kamera ini : dua belas unit eksposur di dekat lensa, bukan kameranya, agar mengurangi getaran.

Karena kualitasnya, 50 megapixel (bahkan ada 100 megapixel untuk kamera H6D, dan multi-eksposur 400 megapixel juga), harga X1D sangatlah mahal. Kamera ini dibanderon sekitar 100 jutaan. Wih! Walaupun begitu, banyak sekali fotografer yang sangat penasaran dengan Hasselblad. Banyak sekali orang-orang yang memiliki kesempatan untuk pergi ke Swedia dan mencoba kamera ini langsung di pabriknya.

Tampilan touchscreen interface Hasselblad X1D. Sumber : The Verge

Vlad Savov dari The Verge yang berkesempatan mencoba X1D menyatakan bahwa letak baterainya sangatlah aneh dan kurang “tertutup”. Mungkin kalian bisa ketakutan baterainya jatuh, tapi sebenarnya tidak pernah jatuh. Kalau kamu sering pakai DSLR, mungkin Hasselblad masih cocok untuk kamu. X1D menggunakan touchscreen interface.

Hasil gambar Hasselblad X1D. Sumber : The Verge

Namun sayangnya, X1D bagi dia sangatlah lambat. Walaupun gambarnya sangat bagus, autofokus X1D sangatlah lambat, shutter release sangat lambat, dan processing gambar juga sangatlah lambat. Bagaimana tidak, mereka menggunakan kualitas 90MB RAW. Singkat kata, kamera ini memakan life battery sangat banyak, begitu juga dengan kartu memori kamu.

Walaupun begitu, tak ada salahnya untuk mencoba sedikit nostalgia sekaligus sedikit classy nan elegan dari Hasselblad. Mau coba?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here