Fotografi Arsitektur : Beginner’s Guide

Halo, kali ini Infotografi bakal mengajak kamu untuk memulai fotografi arsitektur ini 😆. Memotret arsitektur itu sebenarnya mudah, karena objek yang akan kita foto dapat kita temui hampir di semua tempat, jadi kamu nggak perlu bingung-bingung dalam mencari model untuk memotret arsitektur ini. Fotografi arsitektur ini adalah salah satu jenis fotografi yang memiliki variasi objek sangat banyak ini kamu, mulai dari gedung pencakar langit, hingga gubuk di pedesaan termasuk dalam jenis fotografi arsitektur. Karena itu, fotografi jenis ini sangat populer dalam kalangan fotografer pada umumnya, kamu jangan mau ketinggalan untuk memulai fotografi arsitektur ini.

Macam-macam Arsitektur

Dalam fotografi arsitektur, kamu harus mengenal ini arsitektur apa yang mau kamu potret, karena sebenarnya masing-masing dari jenis arsitektur memiliki pendekatan yang mungkin berbeda satu dengan lainnya. Bukannya tidak bisa sih kamu, cuma beberapa jenis arsitektur akan menjadi lebih cocok apabila melakukan pendekatan-pendekatan yang memang cocok dengan jenisnya.

  1. Arsitektur bergaya tua

Gedung-gedung atau bangunan dengan arsitektur tua / klasik memang sering kali menarik perhatian kita ini kamu, serasa mereka melambai-lambai untuk segera dipotret dan diabadikan. Alay sih memang, namun memang arsitektur tua terasa sangat menarik untuk dipotret. Contohnya ini, rumah-rumah bergaya klasik dari RumahKlasik itu salah satu objek fotografi arsitektur yang keren banget. Dalam fotografi arsitektur gaya klasik komposisi yang simpel dan to-the-point adalah gaya fotografi yang direkomendasikan, karena dengan komposisi yang simpel akan menunjukkan keindahan dan bentuk yang elegan dari bangunan yang menjadi objek kita. Memasukkan unsur pemandangan di sekitar objek juga bukan merupakan ide yang buruk untuk membuat foto tidak terlihat terlalu sempit.

RumahKlasik’s Masterpiece
Pilar Rumah Bergaya Klasik

2. Arsitektur Modern

Arsitektur modern juga tidak kalah menarik dengan arsitektur bergaya klasik. Bangungan-bangunan dengan gaya modern selalu membuat kita heran dan terkagum dengan bentuknya yang tidak biasa. Begitu juga dengan memotret arsitektur bergaya modern ini kamu, pendekatan fotografi yang tidak biasa juga dapat digunakan ketika memotret arsitektur modern, termasuk penggunaan gaya abstrak sekalipun. Melakukan eksperimen dengan lensa lebar untuk membuat sudut pandang yang ekstrim juga bisa menjadi opsi yang bagus, contohnya adalah pada foto di bawah adalah gedung Gramedia Expo yang menjadi salah satu bangunan bergaya modern di Surabaya.

Arsitektur Modern Gedung Gramedia Expo, Surabaya

Perlengkapan yang diperlukan

Sebelum “berperang” ini kamu, kita harus menyiapkan perlengkapan yang dapat menunjang jenis fotografi kita ini kamu. Berikut ini adalah beberapa saran dari Studiostar7 buat kamu untuk dapat menangkap fotografi arsitektur dengan lebih asyik dan oke.

  • Lensa sapu jagat

Lensa sapu jagat ini adalah solusi terbaik dan termurah menurut kami untuk kamu bisa melakukan fotografi arsitektur. Apa sih lensa sapu jagat itu? Lensa sapu jagat adalah lensa yang memiliki variabel focal yang lebar, contohnya adalah untuk Canon 18-135 dan Nikon 18-105. Mengapa lensa ini cocok untuk fotografi arsitektur? Pertama, ia memiliki focal 18mm yang termasuk cukup lebar untuk menangkap sudut-sudut arsitektur modern, dan kedua ia memiliki focal lensa yang lebih panjang dari 50mm untuk kondisi di mana kita ingin menghindari distorsi pada foto.

Buat informasi saja ya kamu, semakin lebar lensa, semakin besar kemungkinan gambar itu terdistorsi, jadinya gambarnya kayak ditarik-tarik begitu lo kamu, apalagi kalau motretnya dari sudut yang ekstrem, distorsinya makin terlihat.

Distorsi yang ditimbulkan oleh Lensa Ultra Wide
  • Tripod

Tripod ini penting banget lo kamu, nggak cuma ketika motret arsitektur, daam memotret apapun tripod adalah salah satu hal yang penting banget. Untuk apa memotret dengan menggunakan tripod? Ketika kamu menghadapi gelapnya malam. Memotret arsitektur di malam hari terkadang adalah hal yang sangat menarik. Contohnya adalah bangunan bergaya klasik dari RumahKlasik ini, ketika matahari sudah mulai terbenam, cahaya lampu makin membuat gaya arsitektur bangunan semakin mewah dan elegan.

Kesan mewah terpancar saat malam hari

Tips (Tambahan) Memotret Arsitektur

Ada hal-hal menarik yang dapat dilakukan ketika melakukan fotografi arsitektur nih, jangan jadikan kondisi sebagai penghalang untuk melakukan fotografi arsitektur. Salah satu tips yang bisa kamu lakukan adalah :

  • Bermain hitam putih

Ada kalanya ketika kita memotret arsitektur di malam hari kita sedang tidak bersama tripod kesayangan, maka hal yang bisa dilakukan adalah dengan menaikkan intensitas ISO agar bisa menangkap gambar yang lebih terang. Namun meningkatkan ISO ini ada konsekuensinya, yaitu adalah gambar yang banyak noise. Untuk menanggulanginya, kita bisa mengakali foto tersebut dengan memberikan efek hitam putih, efek hitam putih akan “memaafkan” noise dan hasilnya akan seperti kita melakukan foto dengan gaya foto lama.

  • Ambil dekorasi tambahan dengan memotret detail
detail tambahan

Dengan menambahkan potret detail dari dekorasi objek yang berada di dekat objek arsitektur, kita akan dapat membuat sebuah cerita dari foto tersebut. Untuk mendapatkan suasana tersebut kita dapat menangkap foto close-up dari dekorasi, atau patung yang berada di sekitarnya. Hal ini dapat menambah variasi dan memberikan cerita tentang apa yang terjadi di tempat tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here